Teroris

Pria Ini Memaafkan Brenton Tarrant Si Penembak Istrinya di Masjid Selandia Baru

Seorang pria yang istrinya meninggal dunia dalam serangan teror di Christchurch, Selandia Baru mengatakan, dia tidak membenci sang pelaku penembakan.

Pria Ini Memaafkan Brenton Tarrant Si Penembak Istrinya di Masjid Selandia Baru
Tribunnews.com
Farid Ahmad 

"Dia berteriak 'lewat sini, cepat', dan dia membawa banyak anak-anak dan perempuan ke tempat aman," ujar Farid.

"Lalu dia kembali lagi untuk memeriksa keadaan saya, karena saya memakai kursi roda. Dan saat dia mendekati pintu gerbang, dia tertembak," kenang Farid.

"Dia amat sibuk menyelamatkan nyawa orang lain dan melupakan keselamatannya sendiri," tambah pria itu.

Farid (59), yang harus duduk di kursi roda setelah tertabrak mobil pada 1998, yakin dirinya selamat dari maut karena pelaku fokus ke target lainnya.

Baca: KABAR TERBARU Kondisi Siswa SMA St Thomas Aquino Manado Korban Penikaman, Ini Pengakuannya

"Orang ini menembak satu orang dua atau tiga kali. Itulah yang memberi kami waktu untuk bergerak. Dia bahkan menembak berulang kali orang yang sudah tewas beberapa kali," tambah Farid.

Farid menambahkan, dia tak menemukan istrinya saat meninggalkan masjid.

Dia baru mengetahui nasib sang istri setelah seseorang mengambil foto jenazahnya.

"Foto jenazahnya ada di media sosial. Seseorang kemudian memperlihatkan foto itu kepada saya dan saya mengenalinya dengan mudah," kata dia.

Farid melanjutkan, jika dia bisa duduk bersama dengan pelaku penembakan, dia akan mendorong pria itu untuk memikirkan kembali hidupnya.

Baca: Kondisi Terkini Penikaman di Depan SMU St Thomas Aquino Manado, Korban Masih Kesakitan

 "Saya akan katakan kepada dia bahwa dia memiliki potensi untuk menjadi orang baik.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved