Marcella Mamengko, Pengacara Muda yang Hobi Keliling Dunia

Karir Marcella Mamengko S.H., LL.M sebagai advokat tengah beranjak ke puncak. Berkarir sejak 2013, saat ini Marcella telah membuka kantor pengacara

Marcella Mamengko, Pengacara Muda yang Hobi Keliling Dunia
ISTIMEWA
Marcella Mamengko 

Marcella Mamengko, Pengacara Muda yang Hobi Keliling Dunia

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Karir Marcella Mamengko S.H., LL.M sebagai advokat tengah beranjak ke puncak. Berkarir sejak 2013, saat ini Marcella telah membuka kantor pengacara, bersama temannya.

Ia bersama Toar Lewu, salah seorang teman pengacara asal Manado yang dulu juga bersama magang bersama di kantor OCK and Associates, keduanya sepakat membuka kantor pengacara bersama dengan nama Mamengko Lewu Law Firm and Legal Consultant.

Baca: Turis Asal Pakistan Ikut Carnaval Fashion di Bolsel

Baca: Dipercaya Akan Hilangkan Jabatan, Gerbang Ini Sangat Ditakuti Para Pejabat

"Kantor pengacara ini menangani masalah litigasi dan juga masalah korporasi. Kami juga punya partner notaris yang siap membantu apabila diperlukan. Saat ini kantor kami beroperasi di Minahasa/Manado, Bali dan Jakarta," ujar gadis asal Kelurahan Rinegetan, Tondano Barat, Minahasa ini, Minggu (17/3/2019).

Gadis kelahiran Tondano, 18 Maret 1990 memulai karir saat tahun 2013 pas baru lulus S2. Ia mendapat tawaran kerja di kantor OCK Kaligis and Associates. Tiga tahun kerja di sana, ia pindah di kantor lain yakni Advokatku dan Sand & Co.

"Hampir dua tahun kerja di dua kantor tersebut, melewati banyak suka duka, pelajaran dan pengalaman akhirnya saya memutuskan untuk mandiri dan buka kantor sendiri," katanya.

Baca: Nasib Gedung P3C Berbandrol Rp 14 Miliar, Sempat Mangkrak dan Direnovasi Rp 4,4 Miliar

Baca: Jika Ingin Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Bolsel Butuh Bandara

Marcella mengalami suka duka sebagai pengacara. Sukanya, ia mendapat banyak pengalaman baru, pelajaran baru dan relasi baru. Karena tiap klien punya masalah berbeda, latar belakang berbeda pola pikir juga berbeda.

"Sebagai pengacara dituntut untuk bisa memahami klien dan bagaimana mencari jalan keluar serta mengatasi masalah yang dihadapi oleh klien. Selain itu berkenalan dengan relasi dan orang-orang baru, menambah wawasan dan pengalaman," katanya.

Duka yang ia alami yakni karena sebagai pengacara kita harus siaga kapan pun diperlukan oleh klien. Jadi kadang-kadang karena terlalu banyak kerjaan waktu untuk bersosialisasi berkurang.

"Baik dengan teman ataupun keluarga. Juga kadang waktu istirahat kurang. Oleh karena itu sebagai pengacara harus pandai membagi waktu dan menjaga kondisi fisik agar tidak drop," katanya.

Baca: Warga Bantu Pengerjaan Tempat Baksos dan Yankes

Ia menangani banyak kasus yang berkesan baginya. Hampir semua kasus menarik menurutnya karena masing-masing kasus punya keunikan tersendiri. Baik dari segi masalah maupun dari klien itu sendiri.

Marcella punya mimpi mengembangkan kantor jadi lebih besar. Melanjutkan studi sampai jadi profesor, bisa mengajar dan bisa jadi motivator. "Intinya bisa membagi berkat lewat ilmu yang didapat," kata gadis yang bermoto Blessed to be blessing ini.

Menjadi pengacara adalah pekerjaan yang rawan stres, demikian Marcella. Karena pekerjaannya bukan hanya memikirkan solusi masalah yang dihadapi tapi juga solusi dari masalah-masalah yang dihadapi oleh klien. Oleh karena itu ada baiknya untuk lawyer untuk refreshing di saat punya waktu luang.

"Jenis refeshing yang saya pilih adalah traveling. Saya sangat suka melihat tempat baru dan suasana baru. Hingga saat ini saya sudah traveling ke Iceland, Irlandia, Spanyol, Hungaria, Slovakia, Czech Republik, Belanda, Prancis, Roma, dan beberapa pulau di Yunani seperti Athena, Santorini dan Mikonos," kata Founder and Managing Partner Mamengko Lewu Law Firm and Legal Consultant ini. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved