Liando : Debat Cawapres Harusnya Tidak Membahas Tawaran Program

Wakil presiden hanyalah pembantu presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Liando : Debat Cawapres Harusnya Tidak Membahas Tawaran Program
ISTIMEWA
Ferry Liando

Liando : Debat Cawapres Harusnya Tidak Membahas Tawaran Program

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wakil presiden hanyalah pembantu presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Sebagai pembantu kepala negara, wakil presiden hanyalah simbol resmi negara.

"Sebagai pembantu kepala pemerintahan, wakil presiden adalah pembantu presiden. Jika presidennya tidak berhalangan, maka wapres tidak mendapat peran sama sekali. Wapres bukanlah eksekutor kebijakan," ujar pengamat Ferry Liando, Minggu (17/3/2019).

Baca: Pelantikan CPNS Kota Palembang, Puluhan Peserta dalam Kondisi Hamil, Satu Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: Turis Asal Pakistan Ikut Carnaval Fashion di Bolsel

Baca: Inilah Tuduhan Publik kepada Jokowi Pasca OTT KPK Romahurmuziy

Kewenangan wakil presiden sangatlah terbatas. Sehingga sebuah ironi jika publik dipertontonkan adanya debat wakil presiden. Yang bertugas menyelenggarakan pemerintahan termasuk merancang kebijakan adalah presiden.

"Wakil presiden akan mendapatkan peran jika diizinkan Presiden. Selama izin itu tidak ada maka wapres sama sekali tidak memiliki peran apa-apa. Oleh karena itu sangat ragu jika apa yang dijanjikan oleh dua cawapres malam ini benar-benar terwujud," kata Dosen Universitas Sam Ratulangi Manado ini.

Sebab akan berbahaya jika kelak ketika tepilih memimpin negara, presiden dan wakil presiden justru tidak seirama dalam mengajukan program. Harusnya debat cawapres tidak membahas soal tawaran program tapi cukup memperdebatkan bagaimana menata kelembagaan wapres.

Baca: Ekspor Sulawesi Utara tak Boleh Lagi Bergantung pada Kopra

Baca: Banjir Disertai Tanah Longsor Terjang Bantul, 26 Desa Terendam Banjir, 9 Desa Terdampak Longsor

"Agar bisa seirama dengan presiden. Tidak sekadar jabatan simbol, pengganti atau pembantu belaka. Kekuasaan presiden dan wakil presiden bisa saling berbagi peran dengan kewenangan masing-masing," jelasnya. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved