Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tiga Perempuan Bawa Tas Besar dari Rumah Romahurmuziy

Kediaman mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Batu Ampar, Jakarta Timur, terlihat sepi

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TribunJateng.com
M Romahurmuziy, Ketua Umum PPP terjaring OTT KPK di Surabaya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kediaman mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Batu Ampar, Jakarta Timur, terlihat sepi pada Minggu (17/3). Gerbang berwarna cokelat rumah Romahurmuziy tertutup, begitu juga gerbang berwarna serupa yang ada di sebelah kiri.

"Setelah KPK ke sana, saya belum dapat informasi apa-apa dari keluarga Pak Rommy," ujar Ketua RT 02 Batu Ampar III Eddy kepada Tribun Network, Minggu (17/3).

Pada pukul 15.59 WIB sebuah mobil Toyota Avanza berwarna abu-abu metalik berhenti di depan gerbang rumah Rommy. Seorang lelaki berpakaian warna biru dan celana jins warna senada keluar dari pintu sopir.

Mengaku sebagai sopir taksi daring, lelaki itu menghampiri tiga perempuan yang keluar dari gerbang samping rumah Rommy. Tiga perempuan itu membawa tas besar sebanyak tiga buah yang dibawah oleh masing-masing. Tiga perempuan tersebut tidak menyebutkan jati diri mereka kepada Tribun Network dan bergegas masuk ke mobil.

"Tadi itu bukan keluarganya, mungkin pembantu-pembantunya. Mau pindah juga mungkin dari sana," ujar Abdul, warga Batu Ampar, yang berada tidak jauh dari rumah Rommy dan melihat tiga perempuan itu.

Abdul mengaku terus memantau pergerakan di rumah Rommy pascapenggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (15/3) lalu. "Sejak penggeledahan kemarin saya dan beberapa warga tidak melihat istri dan anaknya masuk-keluar rumah itu. Sekarang gerbangnya terus ditutup," kata Abdul.

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Sabtu (16/3) siang setelah terkena operasi tangkap tangan (OTT) sehari sebelumnya di Jawa Timur. Selain Ketum PPP Romahurmuziy, dua orang lainnya yang menjadi tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin. Dalam kasus ini Rommy diduga bersama pihak Kementerian Agama menentukan hasil seleksi jabatan tinggi di Kemenag.

"Dalam perkara ini diduga RMY bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemang yaitu kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan kepala kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (16/3).

Dalam OTT ini, KPK mengamankan uang total Rp 156.758.000,- dari sejumlah orang yang diamankan. Akibat perbuatannya, Rommy dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Cendikiawan Muslim Indonesia Azyumardi Azra mengatakan pengaruh partai masih dinilai kuat di Kementerian Agama. Terlebih, Romahurmuziy disangka dapat mempengaruhi keputusan dalam lelang jabatan. Azyumardi menjelaskan hal ini menjadi aneh ketika peran Rommy begitu kuat menentukan jabatan dibanding  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Ini malah seolah-olah Pak Lukman tidak berdaya. Berarti pengaruh partai begitu kuat di kementerian ini. PPP juga kan sudah lama memegang kendali Kementerian Agama sejak Suryadharma Ali," kata dia di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (17/3)

Azyumardi Azra meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk fokus dalam menangani hal ini. Alasannya ini merupakan puncak gunung es dari masalah yang terjadi di kementerian tersebut.

"Ini kan puncak gunung es. Maka, saya katakan KPK harus fokus menangani kasus ini agar masalah lain bisa terungkap. Jual-beli jabatan ini sering sekali kita dengar dan ini pintu masuk KPK," tegas dia.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding mengakui isu mengenai  tertangkapnya mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy oleh KPK akan dimainkan oleh kubu pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02.

"Iya kami paham. Soal penangkapan ini pasti akan 'digoreng' oleh kubu sebelah," jelas dia di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (17/3).

Kendati demikian, jelas Karding, pihaknya akan meyakinkan kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan tim pemenangan dan capres dan cawapres yang didukung. Sehingga, apa yang terjadi saat ini tidak akan berdampak besar bagi tim pemenangan.

Karding, yang juga merupakan wakil ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, menghormati langkah-langkah yang segera diambil oleh PPP untuk mengganti posisi ketua umum dengan pelaksana tugas yang saat ini diisi oleh Suharso Monoarfa. Lebih lanjut, dirinya mendoakan agar PPP dapat tetap menjalankan roda organisasi di sisa waktu kampanye hingga tanggal pencoblosan berlangsung.

"Kami juga berdoa agar Mas Rommy dapat menjalani proses hukum secara baik dan PPP tetap berjalan di situasi seperti ini," ucapnya. (Tribun Network/rzd/yon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved