Edwin Kindangen Mengesahkan BP KBK Paroki Saronsong

Edwin Kindangen, ketua Badan Pengurus (BP) Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Santo Yoseph Saronsong, mengesahkan BP KBK Paroki Santo Yoseph Saronsong,

Edwin Kindangen Mengesahkan BP KBK Paroki Saronsong
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Pengesahan BP KBK Paroki Saronsong 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON- Edwin Kindangen, ketua Badan Pengurus (BP) Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Santo Yoseph Saronsong, mengesahkan BP KBK Paroki Santo Yoseph Saronsong, Minggu (17/03/2019). Pengesahan dilakukan dalam misa yang dipimpin Pastor Paroki Santo Yoseph Saronsong Pastor Adri Dahlia

Pastor Adri dalam khotbahnya mengatakan dalam bacaan Injil ada sebuah kalimat "betapa bahagianya kami ada di tempat ini". Petrus dan teman-temannya merasa senang dengan peristiwa Yesus berubah rupa, begitu indah dan mengagumkan.

"Bagi Petrus ini unik. Ini peristiwa Yesus berubah rupa dan Petrus pun berubah," katanya

Ia mengatakan kepercayaan Petrus makin kuat. Ia dan teman-temannya melihat dan mendengar Yesus dalam kemuliaan. "Mereka juga melihat Musa dan Elia. Bukan hanya penglihatan tapi kata-katalah inilah anak yang Ku-kasihi, dengarkanlah Dia," katanya.

Ia mengatakan setiap perjumpaan dengan Yesus akan menghasilkan iman yang kokoh. Karena itu, baginya mereka yang rajin masuk gereja, dengan sabda Tuhan bisa jadi belum memperkokoh iman apalagi yang malas

"Bertumpuk itu dosa. Iman berkarat," ujarnya.

Baca: Ini Pesan Uskup Suwatan dan Uskup Rolly untuk KBK KM yang Merayakan HUT ke-30

Ia mengatakan sikap iman yang sejati harus dijalani konsisten. Harus berkembang iman dan kesetiaan. "Kita jangan terkesan plin plan. Hari ini dapa lia besok ilang," katanya.

Ia mengatakan saat menikmati perjumpaan timbul harapan. Karena itu, Kema ingin didirikan oleh Petrus.

"Orang yang rajin berjumpa dengan Tuhan punya kerinduan tidak putus untuk tinggal. Kendati belum sampai pada kemuliaan abadi ini menjadi pesan penting dan tidak perlu sukses dalam banyak hal," katanya.

Ia mengatakan Tuhan selalu mengharapkan kita berada bersama dengan-Nya. Dengan itu, mereka dapat berubah dalam iman, kesetiaan, harapan.

"Di sini (gereja) gunung doa, di sinilah seharusnya hatimu berada. Kita beriman dengan kesetiaan dan jangan kesudahan kita adalah kebinasaan, Tuhannya adalah kebinaasaan dan kemuliaannya itu hal-hal aib (tertulis dalam bacaan kedua)," katanya. (dma)

Berita Populer: Niko Ditangkap 1 Jam Setelah Penikaman Siswa SMA Aquino Manado, Polisi: Pengembangan Kasus Berbeda

Penulis: David_Manewus
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved