Begini Analisa Fahri Hamzah Tentang Cara Pemilihan Cawapres oleh Prabowo dan Jokowi

Fahri Hamzah, membeberkan analisisnya tentang cara pemilihan cawapres yang dilakukan oleh kedua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Begini Analisa Fahri Hamzah Tentang Cara Pemilihan Cawapres oleh Prabowo dan Jokowi
tribunnews
Jokowi dan Prabowo2 

Wapres adalah pembantu presiden. #NobarDebatCawapres," lanjutnya.

Fahri mengaku berusaha objektif untuk memberi penilaian masing-masing cawapres.

Dipilihnya Ma'ruf oleh Jokowi dianggap sebagai langkah untuk meredam permasalahan agama.

"Sekali lagi, analisis saya yang saya usahakan objektif bahwa alasan pemilihan KMA adalah karena kesalahan kebijakan petahana pada kelompok Islam yang melahirkan gelombang aksi 411/212 yang sampai sekarang tidak bisa dihentikan.

Dan yg dianggap bisa hadapi adalah yg bikin fatwa,"

Fahri juga membawa-bawa nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) di balik pemilihan nama Ma'ruf sebagai cawapres.

Baca: Begini Tanggapan TKN soal Maruf Amin Bawa Contekan saat Debat Cawapres

Baca: Fahri Hamzah: Wakil Presiden Sebetulnya Jabatan “Ban Serep”.

Ia menyebut Ma'ruf sebagai bentuk pelunasan utang dari kasus Ahok.

"Pemilihan KMA oleh petahana dianggap untuk bayar hutang atas kesalahan menanggapi pidato mantan gubernur DKI Ahok (BTP).

Karena beliau yang memfatwakan “penistaan agama” maka yang membuat fatwa lah yang harus ditarik untuk menjadi jaminan. #NobarDebatCawapres," tulisnya.

(TRIBUN SOLO)

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved