Pdt Dan Sompe: Penggembalaan Tujuh kali Lebih Baik Dari Khotbah

Pdt Sompe menyatakan sekalipun kita memiliki kemampuan untuk berkhotbah dengan baik, tapi harus diingat penggembalaan memiliki ciri khasnya.

Pdt Dan Sompe: Penggembalaan Tujuh kali Lebih Baik Dari Khotbah
Istimewa
Pdt Dan Sompe 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Betapa pentingnya penggembalaan. Walaupun banyak bidang pelayanan gereja, tapi penggembalaan mendapat tempat tersendiri

Wakil Ketua BPMS Bidang Ajaran Pembinaan dan Penggembalaan (APP) Pdt Antonius Dan Sompe MTh dalam ToT di Jemaat Imanuel Koya Wilayah Tondano 3.

Pdt Sompe menyatakan sekalipun kita memiliki kemampuan untuk berkhotbah dengan baik, tapi harus diingat penggembalaan memiliki ciri khasnya. Ada ungkapan “Penggembalaan” tujuh kali lebih baik dari khotbah.

Di dalam khotbah, kita sering tidak bisa mengukur apakah yang disampaikan sudah diterima jelas atau belum. Karena khotbah bersifat satu arah.

Tapi kalau penggembalaan di situ ada percakapan, tukar pendapat, pikiran, pandangan, perasaan, dll. Pendeknya, penggembalaan akan memberikan kemajuan komprehensif terhadap semua bentuk pelayanan gereja. Sebab di dalamnya kita dapat mengetahui lebih luas, sejauhmana program pelayanan gereja dapat menjawab kebutuhan pelayanan.

Ada empat hal yang perlu diingat sehubungan Penggembalaan dalam Tata Gereja. Pertama penggembalaan itu perintah Tuhan. Kedua, penggembalaan dilakukan karena kita semua adalah Tubuh Kristus. Ketiga, penggembalaan dilaksanakan karena kita menyadari sebagai manusia kita bisa jatuh ke dalam dosa. Keempat, tujuan penggembalaan adalah untuk memuliakan Tuhan.

Dasar alkitab penggembalaan dapat dilihat dalam Yohanes 10 yang berbicara tentang Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik. Di mana Yesus menjelaskan pengenalan dan kedekatan antara Dia dengan domba dan domba dengan diri-Nya, untuk membawa mereka ke tempat makanan dan minuman. Supaya mereka dapat menikmati kehidupan. Dalam Efesus 4:11 dikatakan Yesus kristus sendiri yang mengaruniakan gembala-gembala di tengah umat-Nya.

Pdt Sompe juga menyampaikan arti penggembalaan yakni mencari dan mengunjungi anggota jemaat satu persatu dalam situasi hidup mereka. Supaya jemaat makin menyadari imannya dan mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Penggembalaan akan membuat yang lemah dikuatkan, yang sakit disembuhkan, yang berseteru didamaikan, yang hilang dicari, yang kuat semakin dikuatkan.

Selanjutnya para peserta dibekali dengan aspek-aspek mendasar juga bersifat teknis dalam penggembalaan yang harus menjadi pegangan, agar tujuan dan fungsi penggembalaan dapat dicapai dengan baik. Tanpa kecakapan dalam proses penggembalaan dan memahami hal-hal yang harus dihindari secara emosional oleh gembala (konselor), maka tujuan yang baik dapat berakhir pada munculnya masalah baru, baik pada diri si gembala maupun yang digembalakan (konseli).

“Karena itu, tanggungjawab utama konselor untuk menolong konseli menemukan identitasnya sebagai orang percaya yang bertanggungjawab kepada Tuhan dan mendorong konseli untuk mengambil keputusan etis yang rasional,” jelas Pdt Dan.
Peserta ToT terdiri dari para Ketua BPMJ dan Ketua BPMW se-Rayon Minahasa.

Kegiatan dipandu Sekretaris Departemen Penggembalaan Pdt Welly Pondaag STh. Materi sebelumnya dibawakan Ketua BPMS Pdt Dr Hein Arina. Turut hadir Sekretaris BPMS Pdt Evert tangel STh MPd.K dan Bendahara Sym Recky Montong MTh.(fer)

Berita Populer: Viral Video Penangkapan Pelaku Penikaman Siswa SMA St Thomas Aquino Manado, Polisi: Kami Masih Kejar

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved