Polda Dukung Tim TKPT Sulut Tertibkan PETI di Boltim

Tim Terpadu Penaganan Konflik Pertambangan (TKPT) Provinsi Sulawesi Utara, segera turun ke lokasi Pertambangan Ilegal (PETI) di Kabupaten Boltim.

Istimewa
Tambang emas di Boltim 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ,TUTUYAN- Tim Terpadu Penaganan Konflik Pertambangan (TKPT) Provinsi Sulawesi Utara, segera turun ke lokasi Pertambangan Ilegal (PETI) di Kabupaten Boltim.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Sulawesi Utara BATinungki saat dikonfirmasi, Rabu (13/3/2019).

"Saya sudah berkoordinasi dengan asisten II Provinsi Sulut, untuk turun ke lokasi PETI yang ada di Sulawesi Utara, termasuk Boltim," ujar BA Tinungki.

Tim Terpadu akan menyisir semua wilayah PETI di Sulut termasuk di Boltim. Karena beberapa waktu lalu, ada kejadian di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang menewaskan puluhan orang di lubang Super Busa.

Kejadian ini yang membuat tim Terpadu  Penanganan Konflik Pertambangan, melakukan inventaris terhadap PETI. Tercatat ada 90 ribu rakyat Sulut bekerja sebagai penambang.

Lanjut dia, koordinasi dengan pihak kepolisian juga dilakukan sebagai bagian dari tim terpadu.

Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, akan dukung ESDM Sulut beserta Tim Terpadu Penaganan Konflik Pertambangan, jika turun lapangan dan berkoordinasi.

"Memang ini masalah cukup kompleks. Jadi perlu dukungan lintas instansi, guna menertibkan lokasi PETI. Karena menyangkut kehidupan banyak orang," ujar Kombes Ibrahim Tompo.

Kata Tompo, masalah ini perlu adanya rapat koordinasi terkait lokasi PETI di Sulawesi Utara.Untuk langkah yang komperhensif perlu koordinasi yg baik, agar dapat menentukan langkah lebih baik ke depan.

Kepala Bagian ESDM Boltim Hasman Bahansubu mengatakan ada tiga lokasi pertambangan yang resmi yakni KUD Montang, PT ASA dan PT J Resources.

Halaman
12
Penulis: Vendi Lera
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved