1.300 Anggota ISIS Akhirnya Keluar dari Persembunyian dan Menyerah

Banyak pria berjalan dengan hati-hati dengan perban yang menutupi tubuh mereka.

1.300 Anggota ISIS Akhirnya Keluar dari Persembunyian dan Menyerah
tribun bali
Ilustrasi ISIS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BAGHOUZ - Sedikitinya 1.300 anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) akhirnya menyerah total setelah Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS berhasil menggempur ke kantong pertahanan mereka.

Diwartakan VOA News, pertempuran di desa Baghouz, Suriah, terus berlangsung intens. Koalisi melakukan serangan udara dan artileri tampak menerangi langit malam. Sementara anggota ISIS terus meluncurkan beberapa gelombang pasukan bom bunuh diri.

Namun, ketika matahari terbit pada Kamis (14/3/2019), ratusan pria, perempuan, dan anak-anak mulai berjalan keluar dari goa dan terowongan, yang selama ini berfungsi sebagai tempat perlindungan terakhir mereka.

Banyak pria berjalan dengan hati-hati dengan perban yang menutupi tubuh mereka.

Sementara beberapa ibu yang menggendong anak-anak mereka terhuyung-huyung ketika berjalan melewati bukit berbatu.

Laporan AFP menyebutkan, anak-anak mengikuti langkah kaki orangtua mereka dengan tubuh yang dipenuhi debu dan rambut berantakan. Seorang gadis kecil tampak tersandung dan jatuh, kehilangan sandal merah mudanya.

Banyak dari mereka, termasuk anak-anak, yang terlihat seperti warga asing. Perjalanan mereka diiringi suara-suara mortir dan tembakan yang terkadang masih terdengar.

Ada 1.300 orang yang menyerah kepada pasukan SDF pada Kamis sehingga secara total jumlah orang yang meninggalkan Baghouz menjadi 4.000 orang sejak SDF melanjutkan serangan terakhirnya pada Minggu (10/3/2019).

Meski demikian, SDF menyebutkan setidaknya 112 anggota ISIS terbunuh sejak Minggu.

Namun, mereka tidak tahu berapa banyak lagi orang yang tersisa di benteng terakhir kelompok ekstremis itu.

"Militan ISIS dapat melihat kami, tapi kami tidak dapat melihat mereka atau pergerakan mereka di siang hari," kata juru bicara SDF Mustafa Bali.

Kementerian Pertahanan AS juga menyebutkan penggunaan goa dan terowongan oleh ISIS telah mempersulit perkiraan jumlah orang yang tersisa.

Meski demikian, SDF dan AS optimistis hanya masalah waktu sebelum akhirnya Baghouz dapat bebas dari cengkeraman ISIS. (*)

Editor: Charles Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved