Tim PCP Gammara Gandeng Petani Nanas Lokal Luwuk kembangkan Fiberglass

PCP Gammara dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melakukan suatu inovasi yang memanfaatkan limbah daun nanas seba

Tim PCP Gammara Gandeng Petani Nanas Lokal Luwuk kembangkan Fiberglass
Istimewa
PCP Gammara bantu petani nanas 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Tim Project Collaboration Improvement (PCP) Gammara dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melakukan suatu inovasi yang memanfaatkan limbah daun nanas sebagai pengganti fiberglass berbahan nabati dan ramah lingkungan.

Fiberglass sendiri merupakan material yang menjadi komponen utama bodi kapal ringan, digunakan untuk memperbaiki kapal yang mengalami kebocoran. Hal ini cocok dengan kondisi laut Sulawesi yang berkarang yang sering menyebabkan fiber boat menjadi rusak. Padahal fiber boat ini fungsinya utk mendukung proses sandar/lepas kapal.

Daun nanas yang merupakan material residu serta lebih mudah untuk didapatkan, digunakan sebagai bahan dasar pengganti material sintetis atau kimia seperti fiberglass. Daun nanas yang sudah dikumpulkan ini selanjutnya diolah kembali hingga menjadi serat daun nanas.

Serat daun nanas inilah yang diproses menjadi bahan siap pakai atau patch sebagai pengganti bahan fiberglass untuk perbaikan kapal fiber yang rusak atau mengalami kebocoran.

Baca: Pemprov Sulut dan Pertamina akan Buka Pangkalan LPG Ditiap Desa

Patch serat daun nanas ini dikemas dalam bentuk paket bersama dengan resin dan katalis sebagai bahan campuran untuk perekatan. Penggunaannya pun sangat mudah, cukup dengan menuangkan cairan resin & katalis ke dalam kemasan patch yang berisi serat nanas lalu campurkan hingga rata. Setelah itu, patch tersebut dapat ditempelkan ke bagian yang bocor untuk selanjutnya didiamkan 2-3 jam hingga kering.

Salah satu petani lokal di Luwuk, Sulawesi Tengah, Fatmawati Ade dengan lahan seluas 3.000 meter persegi bisa memperoleh rata- rata penghasilan sekali panen dari menjual daun nanas sebesar Rp 1.000.000 atau Rp 2.500 per kilogram. Jumlah tersebut meningkat drastis apabila pohon nanas sepenuhnya diganti setelah 3 kali panen.

“Setiap satu kali panen daun nanas terluar sudah mulai tua dan jika dibiarkan akan layu sendiri, bersyukur setelah ada kerjasama bisa mendapat tambahan keuntungan lain” pungkasnya.

Baca: Polres Sangihe Kerja Sama dengan Pertamina dan BNI

GM Marketing Operation Region VII PT Pertamina (Persero) Werry Prayogi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, Inovasi ini berdampak positif terhadap penghematan biaya serta waktu perbaikan kapal di Pertamina. “Melalui pembuatan dan penggunaan patch berbahan serat daun nanas, dapat menghemat biaya operasional senilai Rp 413 Juta per tahun. Itu pun baru di Sulawesi saja," ungkap Werry.

Inovasi Tim PCP Gammara ini juga merupakan salah satu langkah Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang berwawasan global untuk menuju industri 4.0 yang menjadikan inovasi ramah lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai pondasi pengembangan perusahaan.(erv

Penulis:
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved