Jadi Ancaman Serius Terhadap Bonus Demografi, Kepala BNN Tegaskan untuk Kerja Sama yang Kuat

Narkoba merupakan salah satu ancaman utama terhadap bonus demografi. Oleh karena itu, perlu kerja sama yang kuat antara Badan Narkotika Nasional (BNN)

Editor: Frandi Piring
TribunSolo.com
BNN 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Narkoba merupakan salah satu ancaman utama terhadap bonus demografi.

Ketergantungan atas narkoba akan menjadikan angkatan kerja produktif menjadi tidak produktif, yang berdampak pada sumber daya manusia Indonesia tidak berkualitas dan tidak siap memasuki persaingan global.

Oleh karena itu, perlu kerja sama yang kuat antara Badan Narkotika Nasional (BNN), masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melakukan tindak pencegahan, agar bonus demografi menjadi sebuah anugerah dan bukan beban demografi bagi bangsa Indonesia.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko, ketika menunjuk Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro, menjadi salah satu juru kampanye (jurkam) BNN, di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (12/03/2019).

Baca: Indonesia Darurat Narkoba, BNN Sebut Pengguna Narkoba Alami Peningkatan

Data TribunSolo.com, Putut Prabantoro adalah alumnus Lemhannas RI - PPSA XXI dengan latar belakang sebagai konsultan komunikasi publik.

Hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol Ali Johardi.

Dijelaskan lebih lanjut, pada tahun 2045 Indonesia akan berada pada masa bonus demografi, karena rasio usia produktif 15-64 tahun lebih banyak daripada usia tidak produktif.

Ini merupakan sebuah keberuntungan karena memiliki daya tawar dan sekaligus daya saing dibanding negara lain.

Baca: Andi Arief Acungkan Dua Jempol Saat Jalani Rehabilitasi di BNN

Dalam bonus demografi ini memiliki generasi muda produktif yang lebih banyak.

Artinya adalah, Indonesia memiliki surplus angkatan kerja produktif dan ini berbanding terbalik dengan beberapa negara ekonomi lainnya seperti Jepang, Cina atau Uni Eropa.

Ketiga negara ini rata-rata usia lebih tua dibanding dengan Indonesia.

Hanya, jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi merupakan suatu beban bagi sebuah negara.

Baca: Jalani Asesmen di BNN, Andi Arief Ditemani 8 Orang Kuasa Hukum

“Namun ancaman yang dihadapi adalah penyalahgunaan narkoba," kata Heru Winarko, dalam rilis yang dikirim ke TribunSolo.com."

"Narkoba akan sangat mudah menghancurkan generasi muda sekarang yang seharusnya kelak menjadi pemimpin bangsa."

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved