Dalam Waktu Dekat, KPK Segera Eksekusi Terpidana Kasus Suap Eddy Sindoro

KPK segera mengeksekusi terpidana Eddy Sindoro dalam perkara penyuapan terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Dalam Waktu Dekat, KPK Segera Eksekusi Terpidana Kasus Suap Eddy Sindoro
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Juru bicara KPK Febri Diansyah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeksekusi terpidana Eddy Sindoro dalam perkara penyuapan terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Eksekusi dilakukan karena putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan eksekusi terhadap terpidana Eddy Sindoro tersebut," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019)

Putusan pengadilan‎ tersebut langsung berkekuatan hukum tetap karena penuntut umum KPK akhirnya menyatakan menerima putusan dan tidak akan mengajukan upaya hukum banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta.

"Saya juga mendapat informasi dari jaksa penuntut umumnya, pihak terdakwa Eddy Sindoro menerima sehingga tentu saja putusannya berkekuatan hukum tetap," kata Febri.

Baca: Fahri Hamzah: KPU Harus Tambah Sesi Tarung Bebas di Debat Pilpres

KPK menyatakan menerima putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terhadap terdakwa Eddy Sindoro yakni 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta dalam perkara suap terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

"KPK telah memutuskan untuk menerima putusan pengadilan tindak pidana korupsi pada PN Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis bersalah terhadap Eddy Sindoro," ujar Febri.

KPK akhirnya menerima putusan setelah pikir-pikir atas vonis yang diketok majelis hakim.

Alasannya, putusan tersebut dinilai proporsional sesuai tuntutan jaksa penuntut umum.

"Hal ini karena kami memandang putusan hakim telah proporsional dengan tuntutan yang diajukan KPK sebelumnya," ujarnya.

Selain itu, lanjut Febri, fakta-fakta di persidangan dan analisis penuntut umum juga sudah diterima majelis hakim hingga diputuskan bahwa Eddy Sindoro bersalah melakukan korupsi sebagaimana yang didakwakan.

Baca: Dua Oknum ASN Mitra Tersandung Pelanggaran Pemilu, Jobby: Mereka Mengintimidasi Masyarakat

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved