Bawaslu Tomohon: Jangan Ada Lagi Politik Uang dan Ujaran Kebencian

Harapan kami Bapak Ibu yang hadir dapat menularkan kepada masyarakat luas, sehingga tidak ada lagi politik uang dan politisasi sara

Bawaslu Tomohon: Jangan Ada Lagi Politik Uang dan Ujaran Kebencian
TRIBUN MANADO/DEDY MANLESU
Undang Tokoh Masyarakat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat terlihat berkumpul di Resto Royal Mountain, Tomohon, pada Selasa (12/03/2019)

Mereka mengikuti Sosialisasi Pengawasan Partisipasi Dalam Rangka Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Umum Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota Dan DPD Tahun 2019 Di Kota Tomohon, yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tomohon

Kegiatan dimulai pukul 14.00 dan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Tomohon, Deisy Soputan SPd, serta tampil sebagai narasumber Anggota Bawaslu Tomohon, Merwan Irvan Dokal SH, dan Anggota Bawaslu Tomohon, Steffen Linu SS

Deisy Soputan SPd dalam kesempatannya membuka kegiatan mengatakan, harapannya peserta yang hadir dapat menularkan kepada masyarakat luas, sehingga tidak ada lagi politik uang dan politisasi sara dan ujaran kebencian

"Harapan kami Bapak Ibu yang hadir dapat menularkan kepada masyarakat luas, sehingga tidak ada lagi politik uang dan politisasi sara dan ujaran kebencian," ujar Soputan yang juga sebagai Kordiv SDM

Selanjutnya, Anggota Bawaslu Tomohon, Merwan Irvan Dokal SH, dalam kesempatannya, mengatakan Bawaslu bertugas untuk mengawasi penyelenggaran pemilu sehingga output-nya mendapatkan kualitas

"Pemilu harus menunjukan kualitasnya pasca distract reformasi ini, sehingga bisa menimbulkan kepercayaan masyarakat bahwa benar pemerintahan yang dari rakyat bisa terwujud," ujarnya

Dokal menambahkan, KPU memastikan partisipasi masyarakat sedapat-dapatnya 100 persen, kalau bawaslu memastikan kualitas partisipasi masyarakat itu

"Mobilisasi masyarakat ke TPS ada yang positif dan negatif, contoh negatif yaitu politik uang dan politisasi sara, itulah yang dimaksud tugas Bawaslu untuk menjaga integritas dan kualitas suara pemilih," jelasnya

Tambahnya, pada masa post-modern saat ini, negara besar ini harus menyadari potensi menuju negara maju

"Kami perlu partisipasi masyarakat dalam mengawasi terselenggaranya pemilu yang berkualitas, dalam hal pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, berikut pencegahan yang jika ada kedapatan pelanggaran kiranya masyarakat ikut menginformasikan kepada bawaslu," ujar Dokal. (*)

Penulis:
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved