KPU Dihadapkan Gelombang Peretasan, Arief Budiman: IP Address dari Dalam dan Luar Negeri.

Penyelenggara pemilu ternyata dihadapkan pada gelombang serangan peretasan. Target serangan itu ditujukan pada situs KPU RI.

KPU Dihadapkan Gelombang Peretasan, Arief Budiman: IP Address dari Dalam dan Luar Negeri.
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Ketua KPU RI Arief Budiman saat berada di Palembang, dalam acara pelantikan komisioner KPU se Kabupaten/kota Sumatera Selatan, Senin (7/1/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia tengah mempersiapkan Pemilu 2019 pada 17 April besok. Dalam pelaksanaannya para penyelenggara pemilu ternyata dihadapkan pada gelombang serangan peretasan. Target serangan itu ditujukan pada situs KPU RI.

Kabar ini dibenarkan Ketua KPU RI Arief Budiman. Bahkan, kegiatan itu selalu terjadi secara berkesinambungan.

"Kalau nyerang ke web kita memang ada terus, dan itu bisa datang dari mana-mana," ungkap Arief saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Jika dilihat kembali, IP address alias alamat identifikasi untuk tiap perangkat komputer yang terdeteksi, datang dari luar dan dalam negeri. Tapi Arief enggan sebutkan asal negaranya.

Baca: Caleg PKS Terserat Kasus Pencabulan, Jubir PSI: PKS Gagal Menyeleksi Kadernya

Menurutnya itu tidak diperlukan lantaran para hacker yang menyerang belum ditangkap, dan pengungkapan asal negara dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik.

"Kalau dilihat IP addressnya itu datang dari dalam negeri, dan dari luar negeri. Saya pikir tidak perlulah disebut nama negaranya," ujar dia.

Baca: Cabuli 2 Gadis Cilik Kakak Beradik, 3 Remaja di Minahasa Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Lebih lanjut dia mengatakan, tak cukup menyimpulkan dari mana serangan hacker itu berasal hanya lewat IP Addressnya saja. Karena bukan tidak mungkin IP Address terdeteksi luar negeri, namun dioperasikan oleh orang dalam negeri. Begitu juga sebaliknya.

Pernyataan Arief itu sekaligus membantah anggapan dua negara, China dan Rusia yang sedang berupaya mengganggu pesta demokrasi di Indonesia.

"Yang pakai IP Address dari luar bisa juga sebetulnya orangnya dari dalam. Jadi, tidak seperti yang diberitakan itu bahwa yang ngehack itu pasti dari situ, nggak," tegas dia.

Katanya, para hacker yang mencoba mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019 ini bertujuan memanipulasi dan memodifikasi isi konten sebaik mungkin untuk membuat ghost voters atau pemilih beridentitas palsu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Arief Budiman Benarkan Situs KPU Sering Diserang: Dari Dalam dan Luar Negeri

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved