Kisah Penambang Sukses, Haris Lasambu Temukan Emas 50 Kg, Beli Mobil, Rumah Hingga Jadi Sangadi
Haris Lasambu mengatakan selama menjadi penambang, karena doa dan kerja keras berhasil mendapat 50 kilogram.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN-Haris Lasambu mengatakan selama menjadi penambang, karena doa dan kerja keras, mendapat hasil dari penambahan lubang menjadi empat, berhasil mendapat 50 kilogram. Pada tahun itu harga emas Rp14 ribu per gram.
Memang potensi Sumber daya alam di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjanjikan, satu di antaranya di bidang pertambangan emas.
Potensi di bidang pertambangan emas telah dinikmati masyarakat Boltim hingga menjadi sukses, satu diantaranya Haris Lasambu.
Sebelum menjadi Sangadi Bulawan Satu, Haris Lasambu menjalani profesi sebagai penambang emas tradisional di daerah tambang Kotabunan.
Baca: Desa Bakan Berduka, Lima Penambang Emas Ditemukan Tak Bernyawa
Profesi penambang telah dia guluti selama 30 tahun sejak 1984, susah senang dilewatinya dengan di dalam lubang tambang, untuk mencari emas.
"Saya pernah tidak makan. Karena ingin mencari emas," ujar Haris Lasambu, Rabu (13/3/2019).
Kata dia, bermodalkan uang pinjaman dari Bank, Haris berusaha memutar otak untuk mendapatkan emas. Hampir satu tahun delapan bulan tidak mendapat hasil.
"Saya sempat ingin menyerah, namun karena uang keluar. Saya berusaha tetap maju," ujar Sangadi Bulawan Satu ini.
Sabar dan tekun bekerja membawakan hasil, tepatnya dua tahun menunggu, akhirnya lubang dengan pantongan 25 meter dengan majuan 10 meter membuahkan hasil. Hasil pertama begitu mengejutkan yakni tujuh kilogram.
Dari hasil penjualan tujuh kilogram, lubang ditambah menjadi empat. Semua keluarga ikut serta bekerja. Atas doa dan kerja keras kemudian berhasil mendapat 50 kilogram.
Baca: Evakuasi Korban Longsor di Tambang Emas Bakan, PT JRBM Kirim Alat Berat
Hasil tersebut dibeli mobil, rumah, kebun dan sisanya dibagi bersama keluarga serta masyarakat lewat pembangunan masjid dan gereja.
Selain itu, dapat menyekolahkan kedua anak hingga sarjana.
"Intinya waktu saya membuka lubang, dapat memperkerjakan orang banyak," ujar dia lagi.
Sejak dipercaya menjadi Pjs Sangadi Bulawan 2014, profesi penambang mulai ditinggalkan dan memilih fokus mengabdi negara.
Selanjutnya, tahun 2017 dipercaya menjadi Sangadi definitif oleh warga Bulawan. Namun jiwa penambang masih melekat di dalam hati.
"Jika saya sudah tidak lagi menjadi Sangadi, maka akan kembali jadi penambang," kata dia. (ven)
Berita Populer: Oknum Sekuriti Ditangkap Polisi Setelah Memerkosa Karyawati di Manado, Korban: Saya Takut dan Malu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/haris-lasambu.jpg)