Kasus Penyerangan Novel Baswedan Dibawa ke Ranah Internasional

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dibawa ke ranah internasional.

Kasus Penyerangan Novel Baswedan Dibawa ke Ranah Internasional
(KOMPAS.com/JESSI CARINA )
penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berbicara tentang 500 hari kasusnya yang belum terungkap, di Gedung Penunjang KPK, Kamis (1/11/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dibawa ke ranah internasional.

Kasus yang tak kunjung terungkap meski telah berlalu 700 hari itu dibahas di forum hak asasi internasional.

Community Engagement and Growth Manager di Amnesty International Indonesia, Ken Matahari, mengatakan, pada Februari 2019, isu penyerangan terhadap Novel disampaikan dalam forum Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Amnesty International sudah membawa isu ini ke ranah internasional melalui meeting The 40th session of the United NationsHuman Rights Council (UNHRC)," ujar Ken dalam jumpa pers peringatan 700 hari penyiraman air keras di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Selain itu, menurut Ken, Amnesty International juga menyampaikan larutnya masalah penanganan kasus hukum penyiraman air keras ini kepada perwakilan Indonesia di UNHRC di Jenewa, Swiss.

Penyampaian ini untuk meningkatkan kegiatan monitoring dan tekanan dari dunia internasional terhadap penuntasan kasus Novel.

Amnesty berharap kasus Novel diselidiki hingga tuntas.

Tak hanya itu, Amnesty International Indonesia juga menyampaikan masalah Novel ke berbagai perwakilan Amnesty di luar negeri.

Amnesty menggolongkan Novel sebagai individu yang berisiko mendapat kriminalisasi karena melakukan penegakan hukum.

"Sehingga, jika ada eskalasi yang diperlukan, kami bisa memobilisasi teman-teman Amnesty untuk melakukan advokasi internasional," kata Ken.

Wajah Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April 2017.

Hingga 700 hari setelahnya, kasus ini belum terselesaikan. Sampai saat ini, belum ada satu pun terduga pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

TAUTAN AWAL: https://nasional.kompas.com/read/2019/03/13/05442451/tak-juga-selesai-kasus-penyerangan-novel-baswedan-dibawa-ke-ranah

Editor: Aldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved