Adriana Dondokambey Perketat Pengawasan Distribusi Bantuan Sosial Untuk Masyarakat

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Adriana Dondokambey berupaya untuk memperketat pengawasan distribusi bantuan pada masyarakat

Adriana Dondokambey Perketat Pengawasan Distribusi Bantuan Sosial Untuk Masyarakat
ISTIMEWA
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Adriana Dondokambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tak ingin ada bantuan yang salah sasaran, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Adriana Dondokambey berupaya untuk memperketat pengawasan distribusi bantuan pada masyarakat.

Untuk itu, Adriana menginstruksikan agar ada verifikasi data pemohon bantuan dan pendataan dengan baik.

"Kami sudah menginstruksikan untuk melakukan survei dan pendataan yang mendalam kepada warga-warga yang berhak menerima bantuan. Semua ini dilakukan agar tak ada bantuan yang salah sasaran," kata Adriana, Rabu (13/3/2019).

Ia menambahkan, warga yang menerima bantuan langsung merupakan warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak mempunyai rumah.

Pemohon bantuan akan disampaikan melalui pemerintah desa setempat.

"Kriteria warga yang layak mendapatakan bantuan yaitu warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap serta tidak memiliki rumah sendiri. Di mana, akan didata dan dilakukan survei oleh pemerintah desa setempat," kata sosok yang akrab dipanggil Tante Na itu.

Politisi senior PDI Perjuangan itu menjelaskan bantuan langsung yang diterima warga miskin berupa uang setiap bulannya sejumlah Rp 7,5 juta.

Dengan jumlah penerima sebanyak 10 kepala keluarga per desa.

Dengan pengawasan yang ketat dari pemerintah, Adriana optimis bantuan yang diberikan pada masyarakat tidak akan salah sasaran.

Sehingga kesejahteraan warga miskin akan meningkat.

"Untuk sementara warga yang berhak menerima bantuan sebanyak 10 kepala keluarga di setiap desanya karena jumlahnya masih terbatas. Tiap bulan mereka akan mendapat bantuan sebesar Rp 7,5 juta," pungkas Adriana yang dipercaya maju sebagai Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Utara dari PDI Perjuangan.(Adv)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved