Prostitusi Waria

Prostitusi Waria di Manado, Inilah Lokasi Mangkal Waria saat Cari Pelanggan, Segini Tarifnya

Prostitusi waria makin marak di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pelanggannya umumnya Anak Baru Gede (ABG).

Prostitusi Waria di Manado, Inilah Lokasi Mangkal Waria saat Cari Pelanggan, Segini Tarifnya
Getty Images
Ilustrasi Waria 

Ingin keluar dari bullying, ia berulangkali pindah sekolah, akhirnya dia memilih kuliah di Jawa.

"Pada akhirnya saya harus berhenti kuliah karena tak tahan bully," kata dia.

Dirinya sempat coba cari pekerjaan untuk menghidupi diri. Tapi ia malah di-bully bos dan rekan kerjanya.

"Sampai akhirnya saya pilih untuk jadi seperti ini, diajak teman," kata dia.

Namun ia enggan hidup terus demikian. Ia terpikir suatu waktu akan buka usaha salon.

"Kini saya sudah belajar salon juga," kata dia.

Waria lainnya, Puput mengaku mendapat penolakan orangtuanya.

"Mereka di luar daerah, sedang saya merantau sendirian di sini untuk menekuni jalan hidup saya," kata dia.

Puput menyatakan, ia melacur karena tekanan ekonomi.

Tak seperti umumnya teman temannya, ia tak punya ketrampilan salon.

"Yang bisa saya lakukan hanyalah jadi pembantu rumah tangga," kata dia.

Meski tak akur, namun dirinya masih sering berhubungan dengan orangtuanya lewat telepon.

Setiap bulan Desember, ia merasa nelangsa.

"Ingin saya berkumpul dengan mereka untuk rayakan natal tapi itu tak mungkin," kata dia.

Setiap ibadah minggu di salah satu gereja di Sario, Puput selalu mendoakan orang tuanya.

Desi Waria lainnya mengaku orang tuanya sudah menerima keadaannya.

Ia pun sudah berani pulang ke rumah.

"Tapi saat ke Masjid, papa bilang gulung rambutnya lantas pakai kopiah karena kamu laki laki," kata dia. 

Follow juga akun instagram tribunmanado

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV

Penulis: Jufry Mantak
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved