Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dandes, Inspektorat Kotamobagu Segera Menyurat ke Kejari

Inspektorat Kota Kotamobagu belum menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) Desa Bungko

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Kepala Inspektorat Kotamobagu, Sair Lentang 

Terkait Penyalahgunaan Dandes, Inspektorat Segera Menyurat ke Kejari

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Inspektorat Kota Kotamobagu belum menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) Desa Bungko.

Rencananya Inspektorat akan menyurat ke Kejari Kotamobagu dalam waktu dekat ini.

"Sebenarnya sejak dua pekan lalu. Namun ada urusan lain. Segera akan kita menyurat ke Kejari. Isinya adalah hasil dari data yang kami rampungkan. Kalau mengenai kerugian itu bukan kewenangan kami," ujar Inspektur Kotamobagu Sair Lentang kepada Tribun Manado, Senin (11/03/2019) pagi.

Sebelumnya beberapa kali inspektur mengatakan, akan segera menyerahkan LHP, namun tetap saja belum dilaksanakan. Alasannya bahwa proses investigasi memang harus detail.

Baca: 49 Desa di Minsel Segera Terima Dandes Tahap Satu

Baca: Pemerintah Kucur Dandes Rp 1 Miliar Per Desa, Pemprov Dorong Kembangkan BUMDes Berbasis Wisata

Baca: Bupati Minsel Instruksikan Dandes Triwulan Satu Segera Dicairkan, Ini Syaratnya

"Itu memang perlu waktu. Memang beberapa waktu lalu hampir rampung. Namun ternyata hingga Januari belum juga selesai. Kami masih melengkapi beberapa berkas lagi," ujar Sair Lentang.

Penyampaian tersebut sudah sejak 11 Desember 2018 bahwa akan segera menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atau LHP penggunaan dana desa Bungko tahun 2017 kepada Kejaksaan Negeri (Kejari).

LHP yang dimaksud yakni terkait adanya laporan masyarakat dugaan penyalahgunaan dana desa Bungko.

"Yang kita periksa hanya sesuai dengan laporan dugaan penyalahgunaan dana desa yang dimaksud pelapor yakni terkait pengadaan solar cell di Desa Bungko," ujar Sair Lentang, Inspektur Daerah Kotamobagu kepada Tribun Manado.

Sair Lentang mengatakan pemeriksaan dilaksanakan selama sekitar satu pekan. Dengan melibatkan empat dari inspektorat dan ada juga dari PLN.

"Kita turun selama satu pekan. Dan sebenarnya hasilnya sudah ada sekitar dua pekan lalu. Namun belum diserahkan karena kita susun dulu laporannya," ujar dia.

Sair Lentang mengatakan hasilnya nanti akan kita laporkan ke kejaksaan dalam waktu dekat.

"Hasilnya sudah ada namun tidak bisa kita sampaikan, karena harus diserahkan dulu ke kejaksaan. Kita hanya memeriksa. Akan kita serahkan dalam waktu satu atau dua hari ini," ujar inspektur.

Sair Lentang mengatakan, tim yang turun melakukan pemeriksaan terhadap objek yang dilaporkan diduga disalahgunakan yakni pengadaan 30 unit solar cell.

Baca: Masyarakat Poopo Minsel Nikmati Akses Jalan dari Dandes

Baca: Bolsel Segera Dapat Kucuran Dandes Tahap I

"Aduan masyarakat yang kita periksa yakni 30 unit solar cell. Semua terkait investigasi. Kita cari secara detail. Dan memang dipasang 30 unit. Kita periksa semuanya satu per satu mulai dari bawah sampai atas tiang solar cell. Kita cari pembanding solar cell yang ada di Manado dan tempat perusahaannya," ujar dia.

Inspektur mengimbau agar semua desa dapat memanfaatkan dana dari pemerintah pusat tersebut dengan baik.

"Pada prinsipnya kalau sesuai dengan aturan akan baik hasilnya. Siapa yang menyimpang akan ada punishment (hukuman)," ujar dia.

Terkait Penyalahgunaan Dandes, Kejari memang masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat.

Ada dua desa yang dilaporkan pengolahan keuangannya diduga bermasalah. Yakni Desa Poyowa Kecil dan Desa Bungko. (dik)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved