Selain Bantu Proyek TMMD, Mahasiswa Juga di Ajar Disiplin

Kegiatan ini mampu meningkatkan kedisiplinan dan menambah tingkat koordinasi serta memacu semangat para personel Satgas TMMD ke-104

Selain Bantu Proyek TMMD, Mahasiswa Juga di Ajar Disiplin
Istimewa
Apel pagi yang dilakukan para prajurit satgas TMMD diikuti para mahasiswa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Puluhan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang tengah melaksanakan kuliah kerja terpadu (KKT), di Desa Rusoh Kecamatan Beo Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud di didik kedisiplinannya.

Seperti kewajiban apel pagi yang dilaksanakan setiap hari mulai pukul 7.00 Wita pagi ‎dipimpin oleh Letnan Satu (Lettu) Inf Wofsi Mitusala selaku Dan SSK Satgas TMMD le-104.

Menurut Lettu Inf Wofsi kegiatan ini mampu meningkatkan kedisiplinan dan menambah tingkat koordinasi serta memacu semangat para personel Satgas TMMD ke-104 yang bertugas dalam membangun Desa.

"Selain apel pagi, pada kesempatan itu kami melakukan evaluasi kegiatan harian yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD ke-104," tambah pria berusia 50 tahun.

Baca: Komandan Satgas TMMD Bantu Dorong Truk yang Tertanam di Jalan Produksi

Apel pagi ini berlangsung sekitar 30 menit dan diakhiri dengan pembagian tugas harian. Sehingga mahasiswa dan satgas memiliki program dan persiapan menyangkut apa yang akan dikerjakan selama satu hari, telah direncanakan dan di bicarakan dalam apel pagi.

"Inilah metode kerja yang wajib di lakukan saat ini, agar terarah dan terkoordinasi dengan baik," tambahnya.

Sementara itu masyarakat desa Rusoh terkenal dengan jiwa juang yang sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan yang mendasar dalam diri manusia.

Mereka bangun di waktu subuh, untuk bersiap-siap ke kebun di jam yang sebagian besar maayarakat pada umumnya masih tidur.

Baca: TMMD ke-104 di Talaud, Ketua BPD Naftali Tak Sabar Berkantor di Gedung Bersama Tiga Pilar

Tepat pukul 06.00 pagi seorang ibu berjalan berangkat ke kebun membawa bekal untuk sarapan dan makan siangnya.

Meski jarak tempuh antara desa dan kebun sangat jauh, mereka tetap berangkat setiap harinya untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan.

Seperti membersihkan kebun, menanam ataupun memanen. Berbagai tumbuh-tumbuhan telah mereka tanam untuk melengkapi segala kebutuhan keseharian mereka.

Dengan dibukanya jalan menuju kebun melalui program bakti TMMD ke 104 membuat warga lebih bersemangat untuk pergi ke kebun setiap hari. "Mereka katakan kepada kami, akses yang terbuka sekarang membuat beban kesulitan dalam perjalanan ke kebun yang selama ini mereka pikul menjadi berkurang," tandas Wofisi. (crz)‎

Berita Populer: Update Kasus Ok*y Je**y Drink - Istri Sah Resmi Adukan sang Suami dan si Pelakor ke Polresta Manado

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved