Polisi Amankan Bom Yang akan Dipakai untuk Aksi Bom Bunuh Diri

Bisa dilihat ada potongan-potongan paku, baut, potasium, dan kaleng-kaleng sudah disiapkan

Polisi Amankan Bom Yang akan Dipakai untuk Aksi Bom Bunuh Diri
TribunJabar
Ilustrasi Densus 88 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris bernama Panji Kumbara alias Salim Salyo di Kalimantan Barat.

Panji, yang ditangkap pada hari Minggu (10/3) sekira pukul 15.15 WIB, diketahui berniat melakukan aksi amaliyah menyasar aparat kepolisian.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dari penangkapan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari potongan paku hingga bom rakitan.

Adapun bom rakitan yang ditemukan di lokasi, disebut Dedi, mengarah kepada bom yang biasa digunakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Dari hasil pemantauan terhadap pelarian saudara P, yang bersangkutan berhasil diamankan dengan berbagai barang bukti. Barang bukti itu sudah mengarah kepada pembuatan bom rakitan. Bom-bom ini biasa dipakai oleh Kelompok JAD," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).

"Bisa dilihat ada potongan-potongan paku, baut, potasium, dan kaleng-kaleng sudah disiapkan," imbuhnya.

Jenderal bintang satu itu menyebutkan pihaknya berhasil mengamankan sejumlah bom yang telah dirakit maupun yang akan dirakit nantinya.

Bom-bom rakitan tersebut, lanjutnya, diduga akan digunakan untuk menyerang pihak kepolisian seperti telah direncanakan yang bersangkutan.

"Di Kalimantan Barat, (bom) yang berhasil diamankan sudah ada yang dirakit, sedang dibongkar, ada yang sedang mau dirakit oleh bahan-bahan yang dibeli oleh pelaku," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan Densus 88 tengah melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada terduga teroris tersebut.

"Saat ini tersangka sedang dalam proses pemeriksaan oleh Densus 88. Sedang didalami jaringannya dan rencana-rencana yang akan dilakukan," tukas Dedi.

Sementara itu dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Lampung, polisi menemukan bom yang berbentuk paralon.

"Di Lampung udah bentuk paralon, belum teurai dan itu yang diamakan dan diteliti apa kandungan isi parlon itu," kata Dedi di Mabes Polri, Senin (11/3).

Dedi menjelaskan, untuk teroris yang ditangkap di Lampung, diketahui bahwa yang bersangkutan berencana untuk melakukan aksi teror di Kepolisian Daerah (Polda) Lampung maupun di Jakarta. Hal tersebut diketahui dari pengakuan tersangka kepada orang tuanya.

Lebih lanjut, Dedi menambahkan penangkapan teroris tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi kepolisian dalam rangka mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang. (tribun network)

Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved