Menengok Sejarah Durian Si Tempur asli Pasrepan Pasuruan

Dari dulu sampai sekarang, Kecamatan Pasrepan dikenal sebagai gudangnya buah durian.

Menengok Sejarah Durian Si Tempur asli Pasrepan Pasuruan
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
ilustrasi 

Menengok Sejarah Durian Si Tempur asli Pasrepan Pasuruan

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Dari dulu sampai sekarang, Kecamatan Pasrepan dikenal sebagai gudangnya buah durian

Buah yang terkenal dengan aroma dan rasa yang khas itu banyak ditanam oleh para petani maupun warga sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, tidak sedikit yang berpendapat bahwasanya pohon durian di Pasrepan ada sejak ratusan tahun silam.

Baca: Inilah Dampak Setelah PSG Kalah Dari Manchester United

Di Kecamatan Pasrepan sendiri, buah durian banyak tumbuh di lima desa, yakni Desa Petung, Galih, Ngantungan, Ampelsari dan Desa Tempuran. Dari lima desa tersebut, buah durian paling banyak ditemukan di Desa Tempuran, lantaran hampir 800 hektar kebun durian yang dimiliki warga.

 Tak hanya memiliki jumlah sebaran pohon paling banyak, sampai-sampai nama buah durian di Desa Tempuran pun sangat unik, yakni “Si Tempur”.

Salah satu petani di Dusun Kudu, Desa Tempuran, Prayitno (56) mengaku sudah 36 tahun berkecimpung dengan usaha durian. Saking hafalnya, sampai-sampai jikalau ada durian di kebun miliknya yang dicuri orang dan dijual ke agen lainnya, dia tahu bahwa durian itu adalah miliknya.

“Dari aromanya dan bentuk buah saya, saya tahu kalau itu durian saya. Meski itu sudah dijual. Karena beberapa kali saya menemui buah saya ada di bedak lain. Dan ketika saya kroscek, ternyata benar adanya,” kata Prayitno.

Prayitno sendiri memiliki kebun durian seluas 2 hektar. Satu hektar hanya ditanami sekitar 40 pohon durian saja, karena dirinya juga menanam pohon alpukat, mangga, petai, sengon dan pohon randu. Setiap satu pohon bisa menghasilkan antara 200 sampai 500 buah.

“Pohonnya sudah besar dan tingginya mencapai 15 meter. Pernah ada yang sampai 1000 buah karena pohonnya sangat tinggi dan umurnya sudah belasan tahun,” ungkapnya.

Ditambahkannya, di dalam kebun tersebut, Prayitno menanam dua jenis durian, yakni si Tempur dan Si Petruk (durian montong atau besar). Khusus Durian Si Tempur, Prayitno menjelaskan keunikan dan ciri khasnya.

Kata dia, durian Si Tempur ini memiliki daging berwarna kuning dan memiliki rasa manis pahit, serta berukuran sedang. Artinya jarang sekali ditemukan Durian Si Tempur yang berukuran besar seperti durian petruk atau montong.

Halaman
12
Editor: Chintya Rantung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved