Diduga Muluskan Perusahan Bentukannya Korupsi Rp 37 Miliar, Eks Walikota Didakwa JPU

Eks Walikota Cimahi Itoc Tohija menjalani sidang dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung

Diduga Muluskan Perusahan Bentukannya Korupsi Rp 37 Miliar, Eks Walikota Didakwa JPU
dok tribun
Pasangan suami dan istri yang pernah menjadi Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija dan Atty Suharti, tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (19/4/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Eks Walikota Cimahi Itoc Tohija menjalani sidang dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata Bandung, Senin (11/3).

‎Kata jaksa dalam dakwaan nomor PDS-01/CMH/01/2019, kasus ini bermula pada 2006-2007 Pemkot Cimahi menyertakan modal kepada PD Jati Mandiri sebesar Rp 42 miliar untuk kerjasama operasi antara PD Jati Mandiri dengan Idris Ismail selaku Direktur Utama PT Lingga Buana terkait investasi pembangunan Pasar Raya Cibeureum di lahan seluas 24,790 meter persegi.

Semula, Idris Ismail, mengajukan izin prinsip pemanfaatan lahan di Kelurahan Cibeureum Kota Cimahi untuk hotel dan apartemen.

Lahan itu sendiri milik orang lain.

Pemkot Cimahi menolak pengajuan izin prinsip itu karena tidak punya lahan sebagai potensi pendapatan daerah serta alasan kemacetan.

"Terdakwa Itoc kemudian menawarkan ldris untuk bekerja sama dalam rangka pemanfaatan lahan di lokasi Kelurahan Cibeureum untuk membangun Pasar Raya dan Sub Terminal-nya. Terdakwa menjanjikan, Pemkot Cimahi akan memberikan dana pembangunan dan saksi bermodalkan tanah di Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan," ujar jaksa Harjo.

Baca: Yuda jadi Pengganti Ibunya yang Meninggalkan Ayahnya Sakit Kanker Otak

Baca: Persib Bandung akan Kedatangan 2 Pilar Baru, Berikut 31 Pemain yang Sementara Dimiliki Maung Bandung

Selanjutnya, kata jaksa, Idris Ismail menyetujuinya. Padahal‎, sejak 2006, status kepemilikan tanah tersebut masih dalam sengketa di PN Bale Bandung.

"Bahwa tanah tersebut bukan milik Idris Ismail, melainkan milik PT Adhi Darma. Terdakwa juga tahu tanah tersebut belum bersertifikat dan masih sengketa," katanya.

‎Untuk menindaklanjuti permintaan tersebut, Idris kata jaksa, diminta Itoc untuk mendirikan perusahaan perseroan terbatas dinamakan PT Lingga Buana Wisesa (LBW).

Lalu, kata jaksa, terdakwa meminta Idris mengikutsertakan anaknya, Puti Melati sebagai salah satu direktur‎ untuk memudahkan mengambil keuntungan.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved