Kondom Kampanye Hitam Bikin Berang Kubu Jokowi: Kubu Prabowo Bilang Tak Terlibat

Foto produk kondom dibungkus paket bergambar capres-cawapres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin beredar di media sosial dan grup-grup watshapp

Kondom Kampanye Hitam  Bikin Berang Kubu Jokowi: Kubu Prabowo Bilang Tak Terlibat
kompas.com
Ace Hasan Syadzily, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA  - Foto produk kondom dibungkus paket bergambar capres-cawapres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin beredar di media sosial dan grup-grup watshapp, Sabtu (9/8). Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengecam beredarnya gambar tersebut.

Menurut Politikus Golkar itu pembuat dan penyebaran gambar produk kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf merupakan kampamye hitam. "Sudah keterlaluan cara-cara kampanye hitam yang dilakukan untuk mendeskreditkan pasangan kami. Mereka sudah tidak memiliki cara untuk mengalahkan kami kecuali menggunakan cara-cara seperti itu," ujar Ace saat dihubungi di Jakarta, Minggu, (10/3).

Kampanye hitam menggunakan gambar kondom yang disandingkan foto Jokowi-Ma'ruf tersebut menurutnya paralel dengan fitnah yang mengatakan pasangan tersebut pro-LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). "Itu pararel dengan fitnah yang menyebut bila kami menang akan pro-LGBT, seks bebas, dan lain-lain, seperti dilakukan ibu-ibu di Karawang beberapa saat lalu," katanya.

Menurut Ace, pihaknya akan menelusuri pembuat gambar tersebut. TKN akan mencari tahu siapa dalang di balik pembuatan dan penyebaran gambar kondom Jokowi-Ma'ruf. "Kami pastikan mengambil langkah-langkah hukum apabila pelakunya teridentifikasi. Kami minta kepolisian mengusut siapa pelaku kampanye hitam tersebut," katanya.

Di sisi lain Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade membantah pihaknya terlibat dalam kampanye hitam kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf. "Yang pasti itu bukan cara cara kami, kampanye hitam seperti itu. Lagian logistik kami terbatas, yang kayak begitu memakan biaya," kata Andre saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Menurutnya Prabowo-Sandi merupakan capres-cawapres yang didukung ijtima ulama sehingga tidak menggunakan cara-cara atau produk-produk yang bertentangan dengan moral. "Pasangan kami diukung ijtima ulama. Pasangan kami menolak LGBT, sex bebas dan lain lain, jadi kami tidak mungkin menggunakan cara cara tersebut. Bukan Prabowo-Sandi banget," katanya.

Andre menyarankan kepada kubu Jokowi-Ma'ruf untuk melaporkannya ke polisi. "Jangan playing victim. Kalau punya buki laporkan ke polisi. Jangan sampai ujung-ujung seperti kasus raja Jokowi," pungkasnya.

Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean (net)

Anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean, memastikan pihaknya sama sekali tak terkait pembuatan dan penyebaran kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf. "Kami tidak pernah membuat," tegas Ferdinand Hutahaean.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat ini mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas beredarnya foto produk kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf. Penyidikan polisi diharapkan mengungkap siapa pelakunya dan dapat menghindari kecurigaan-kecurigaan di antara anak bangsa.

"Kalau ini hasil editan atau hoaks atau kampanye hitam yang dilakukan oleh siapapun, kami mendesak kepolisian untuk mengambil langkah-langkah tegas. Mengusut pelaku peredaran ini. Karena ini adalah sesuatu yang tidak patut," tegas Ferdinand Hutahaean.

Ia juga menyebut kasus pembuatan poster bergambar Jokowi sebagai raja Jawa."Jangan-jangan pendukung 01 sendiri, seperti kasus spanduk Raja Jawa. Ini jangan-jangan juga sama, karena itu perlu dipastikan siapa pembuatanya," katanya. (tribunnetwork/fik/mal)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved