Berita Talaud

TMMD Ke-104 di Talaud, Hujan Deras Jadi Tantangan Berat

Brigadir Enal Malensang dari Polres Kepulauan Talaud mengaku kondisi yang dialami benar-benar lain dari biasanya.

TMMD Ke-104 di Talaud, Hujan Deras Jadi Tantangan Berat
ISTIMEWA
Truk pengangkut material terjebak pada tanah padat pada pelaksanaan TMMD ke-104 di Desa Rusoh, Beo Selatan, Kabupaten Talaud, Sabtu (9/3/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Memasuki pekan kedua bakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di Desa Rusoh, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, cuaca buruk menjadi tantangan berat bagi para personel.

Curah hujan yang tinggi pada Sabtu (9/3/2019) membuat tingkat kesulitan medan meningkat, energi lebih banyak terkuras cepat.

Jalan produksi yang sedang dikerjakan petugas dan menjadi akses lewat menuju ke lokasi pembangunan fasilitas umum (fasum), menjadi medan yang sulit.

Akibatnya kendaraan pengangkut material untuk pembangunan fasum mengalami kesulitan.

Meski begitu, semua komponen yang terlibat tak kenal lelah untuk bekerja. Mereka tak gentar.

Mereka tetap bersemangat mengevakuasi truk tersebut dari jebakan tanah padat berair dengan alat berat.

Bahan-bahan material di dalam truk pun harus dikeluarkan terlebih dahulu agar memudahkan evakuasi.

"Segala macam upaya kami lakukan demi tercapainya percepatan pembangunan sasaran fisik TMMD ke-104 ini yang terdiri dari pembangunan jalan, pembangunan kantor tiga pilar desa dan pembangunan fasum di wisata Air Terjun Ampas Tadunan," kata Pratu Zulkarnaen, personel Satgas TMMD dari unsur Yonif Rider 712/Wiratama.

Baca: TMMD ke-104 Buka Akses Jalan ke Air Terjun Tiga Tingkat

Baca: Meski Tanggal Merah, Proyek TMMD Tetap Berjalan di Talaud

Baca: TMMD ke-104 Talaud Libatkan Puluhan Mahasiswa KKT Unsrat Manado

Personel lainnya, Brigadir Enal Malensang dari Polres Kepulauan Talaud mengaku kondisi yang dialami pada Sabtu (9/3/2019) benar-benar lain dari biasanya.

Bersama dengan personel lainnya dan masyarakat, dibantu mahasiswa Unsrat Manado yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Terpadu (KKT), biasanya bekerja di bawah terik sinar matahari, tapi kali ini tidak.

"Hujan membuat jalan produksi yang tengah dihampar material menjadi licin untuk dilewati. Namun berkat usaha, kerja keras dan semangat kebersamaan perlahan kami bisa melanjutkan pengerjaan," kata Brigadir Enal.

Menurutnya, cuaca hujan seperti ini menambah pengalaman baru bagi personel yang bekerja.

Mereka tetap mengandalkan Tuhan agar senantiasa memberikan cuaca yang baik agar tugas prajurit TMMD bisa telaksana dengan baik. (*)

BERITA POPULER:

Baca: Viral Video Kocak PNS Sulut Alfons Tilaar Semasa Hidup: Tega Sekali Membunuh Sosok Humoris

Baca: Daftar Lengkap Pemenang Semua Kategori Putri Indonesia. Selamat kepada DKI Jakarta

Baca: Sayembara Mencari Menantu, Juragan Durian Tolak Pria Ini karena Dianggap Terlalu Tampan, Ini Fotonya

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved