KPAI Minta Program Pengendalian Tembakau jadi Fokus Presiden Terpilih Mendatang

KPAI menyatakan, program pengendalian tembakau termasuk rokok harus menjadi fokus kerja presiden terpilih mendatang.

Tribunnews.com
Martam (63), petani tembakau melakukan perawatan tanaman tembakau Kalituri berusia empat bulan di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2015). Harga tembakau kering di kawasan ini meningkat dari Rp 50.000 per kilogram menjadi Rp 60.000 per kilogram. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan, program pengendalian tembakau termasuk rokok harus menjadi fokus kerja presiden terpilih mendatang.

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty beralasan, rokok yang membuat kecanduan telah terbukti membahayakan kesehatan bagi perokok aktif maupun pasif.

Ia menuturkan, salah satu dampaknya adalah ada perbedaan signifikan pertumbuhan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) pada anak-anak kelompok perokok, di mana berat badan bayi lebih ringan antara 1-2kg dan tumbuh lebih rendah 0,34 cm, daripada anak-anak yang tumbuh dilingkungan non-perokok.

"Saya akan lebih konsen ke rokok ini. Terkait Dengan rokok, saya sebetulnya mengharapkan kedua paslon dapat membicarakan hal dalam debat mendalam," kata Sitti dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2019).

Baca: Jika Terpilih di Pilpres 2019, Jokowi-Maruf akan Naikan Cukai Rokok, Ini Alasannya!

Baca: Debat Cawapres, Mantan Menkes Harap Masalah Pengendalian Rokok dan Makanan Dibahas

 

Sejauh ini, meski pemerintah telah memiliki aturan larangan iklan rokok di mana-mana, namun angka perokok muda kian meningkat.

Ia mengatakan, pada tahun 2014 saja angka perokok muda naik menjadi 7,73 persen bila dibanding tahun 1993-2000 yang hanya 1,79 persen.

"Anak bisa saja melihat rokok berjasa karena bisa membuat seseorang menjadi sebuah bintang, biar dibilang maco dan keren, secara tidak langsung kalau melihat iklan," terang dia.

Dirinya berharap, memaparkan visi dan misi kedua paslon pada debat ketiga yang diikuti hanya cawapres dapat menunjukan kemajuan signifikan program-program bidang kesehatan.

"Kemudian dua paslon tidak hanya memuat upaya yang sudah terjadi tapi juga antisipasi," ujar Sitti.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPAI: Rokok Harus Jadi Fokus Kerja Presiden Terpilih

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved