Cerita Istri Alfons Tilaar, PNS BKP Sulut yang Dibunuh Ayah-Anak di Bolmong: Kami mau Keluar Bersama

Delfi Fiane Rompas, Istri korban, mengaku tak bisa melupakan kenangan bersama sang suaminya

Cerita Istri Alfons Tilaar, PNS BKP Sulut yang Dibunuh Ayah-Anak di Bolmong: Kami mau Keluar Bersama
Facebook Alfons Tilaar
Alfons Tilaar dan Korban bersama keluarga 

Hasil penyelidikan penyidik Polres Kotamobagu, para tersangka pembunuhan mengaku salah sasaran.

"Tersangka salah sasaran saat melakukan penganiayaan," ujar Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Siahaan

Lanjut kapolres saat melakukan penganiayaan tersebut tersangka utama dibantu oleh tersangka lainnya.

Alfons Tilaar, PNS BKP Sulut meninggal dunia setelah dianiaya tersangka Mujiar Mokodompit dan anaknya, tersangka Brayen mokodompit

Kedua tersangka dibantu oleh 7 tersangka lainnya yakni AP (18), AM (19), YM (23), RC (17), RM (19), CM, dan SK.

Kejadian berawal saat terjadi ketegangan antara sekelompok masyarakat Desa Mariri Dua dan Desa Lolan Dua Kabupaten Bolaang Mongondow ( Bolmong) pada Minggu (3/3/2016) pukul 21.00 Wita

Dua warga Desa Lolan yakni Asril Potabuga (18) dan Brayen Mokodompit dianiaya sekelompok orang saat pergi ke acara ulang tahun di Desa Mariri Dua. 

Arsil mengalami luka robek di telinga kiri sedangkan Brayen Mokodompit mengalami luka lebam di hidung.

Brayen Mokodompit langsung pulang menggunakan sepeda motor ke rumah sedangkan Asril diantar warga setempat.

Brayen Mokodompit melaporkan peristiwa tersebut ke ayahnya, MM.

Mereka sudah melaporkan ke sangadi Desa Lolan dan mereka menyebut akan balas dendam.

Chandra Mamahe (19) Warga Lolan kepada polisi mengatakan Brayen Mokodompit dan ayahnya menggunakan mobil Avansa putih mengejar sepeda motor vario dengan nomor polisi DB 2337 DH yang dikendarai korban, Alfons Tilaar (49) warga Mariri Dua.

Sehingga korban terjatuh dari sepeda motor. BM dan ayahnya turun dari mobil.

Saat itulah, Mujiar Mokodompit langsung mengambil batu dan memukulkan ke wajah korban, Alfons yang hendak bangun karena terjatuh.

Mujiar Mokodompit pun memukul korban bertubi-tubi sedangkan Brayen Mokodompit menendang korban.

Mereka meninggalkan Alfons tergeletak di jalan.

Saksi lainnya, Ompo Sumerah (46) Desa Lolan Dua mengaku mendengar keributan di lokasi kejadian.

Dia melihat korban langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban dengan mobil pikap ke Puskemas Inbonto. 

Namun, nyawa Alfons tak tertolong sehingga meninggal pada Senin Malam.

Jenazah korban sempat diautopsi di RSUP Kandou.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV

Follow juga akun instagram tribunmanado

Penulis: Aldi
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved