Longsor Tambang Bakan

Julfikran Ingin Adiknya Jadi Perawat, Kisah Korban Longsor Tambang Bakan

Julfikran Makahinda (16) salah satu korban dalam musibah longsor di tambang Bakan, ternyata menginginkan kedua adiknya jadi perawat.

Julfikran Ingin Adiknya Jadi Perawat, Kisah Korban Longsor Tambang Bakan
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
Julfikran Ingin Adiknya Jadi Perawat, Kisah Korban Longsor Tambang Bakan 

Julfikran Ingin Adiknya Jadi Perawat, Kisah Korban Longsor Tambang Bakan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebelum meninggalkan keluarganya, Julfikran Makahinda (16) salah satu korban dalam musibah longsor di tambang Bakan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, ternyata menginginkan kedua adiknya jadi perawat.

Kisahnya tersebut diceritakan sang bibi Darsia Mamonto ketika dikunjungi TribunManado.co.id, Jumat (08/03/2019) di Desa Mataindo, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

"Dia anak pertama, jadi harus kerja keras untuk dua adiknya," ujar Darsia.

Wanita 36 tahun itu membeberkan jika Ikran (sapaan akrab korban) sempat curhat kepadanya tentang nasib kedua adiknya.

"Ikran ingin sekali dua adiknya jadi perawat, agar bisa mengurus orang tuanya waktu hari tua nanti," aku dia.

Darsia menuturkan jika Ikran terpaksa berhenti sekolah untuk masuk lubang tambang.

"Katanya untuk biaya sekolah dua adiknya," ujarnya.

Pihak keluarga sangat terpukul dengan kepergian Julfikran Makahinda.

"Ibunya sangat sedih, dan masih tidak percaya," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved