Pilpres 2019

Bakal Bangun 5 Juta Rumah, Jokowi Berkomitmen Sediakan Rumah Bagi Rakyat

Lima tahun yang akan datang 5 juta rumah. Bukan hanya rumah baru tapi semua program yang berkaitan dengan perumahan rakyat.

Bakal Bangun 5 Juta Rumah, Jokowi Berkomitmen Sediakan Rumah Bagi Rakyat
Kolase Tribun Manado/Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan/YouTube Kill The DJ
Pasangan capres - cawapres 2019 Joko Widodo dan Maruf Amin - Potongan lagu dukungan Marzuki Muhammad untuk Jokowi, Senin (4/3/2019). 

TRIBUNMANADO.CI.ID - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arif Budimanta, menyatakan selama ini pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mampu merealisasikan target program satu juta rumah, atau tepatnya sebanyak 1.076.856 rumah.

Menurut Arif, target program tersebut bakal ditingkatkan, di mana tidak hanya perumahan rakyat yang dibangun melainkan seluruh program hunian bagi seluruh masyarakat.

"Satu juta perumahan alhamdulillah tercapai dengan berbagai skema. Namun, dalam lima tahun yang akan datang lima juta rumah. Tidak hanya rumah baru, tapi seluruh yang terkait program perumahan rakyat," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/03/2019).

Arif melanjutkan, komitmen untuk menyediakan rumah bagi masyarakat, telah ditunjukkan oleh Joko Widodo. Program satu juta rumah yang dicanangkan Jokowi pada masa jabatannya sebagai presiden adalah bentuk nyata perhatian tersebut.

Baca: Jelang Pilpres Manuver Masing-masing Tim Makin Ketat

Baca: Surat Suara Pilpres dan DPD RI Belum Ada, KPU Bolsel Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara

"Lima tahun yang akan datang, Pemerintah, Pak presiden meneruskan jalan perubahan Indonesia maju. Program satu juta rumah sudah tercapai bahkan lebih," ulas Arif.

Selain targetnya yang bertambah, dipastikannya, hunian perumahan bagi masyarakat yang dibangun oleh Joko Widodo nantinya tidak lagi jauh-jauh dari tempat kerja masyarakat itu sendiri. Melainkan akan benar-benar dibangun berdekatan dengan akses tempat kerja maupun industri.

"Lima tahun yang akan datang 5 juta rumah. Bukan hanya rumah baru tapi semua program yang berkaitan dengan perumahan rakyat. Juga akan dikembangkan perumahan yang dekat dengan tempat kerja. Kalau kita sediakan jauh dari tempat kerja, maka cost akan lebih besar," tandasnya.

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) per Desember 2018, tercatat 1.076.856 rumah yang telah dibangun. Dari angka tersebut, 729.876 rumah merupakan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dan 346.980 rumah non-MBR.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menyampaikan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang paling konsisten dalam program sektor perumahan. Bahkan sejak era kepemimpinan Presiden Soeharto sekalipun pemerintahan Jokowi-JK lah yang paling konsisiten dalam menyediakan hunian kepada masyarakat.

"Pemerintahan sekarang dalam program perumahan termasuk yang paling konsisten. Saya melihat draftnya terus walaupun banyak kelemahannya," bebernya.

Halaman
12
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved