Astaga Demi Berkencan dengan Pria, Mama Muda Jual Anaknya yang Berusia 7 Hari

Seorang wanita Rusia ditangkap setelah mencoba menjual anak-anaknya yang ia anggap menjadi penghalang dirinya untuk kencan dengan pria lain

Astaga Demi Berkencan dengan Pria, Mama Muda Jual Anaknya yang Berusia 7 Hari
tribun medan
Mama Muda Jual Anaknya yang Berusia 7 Hari demi Berkencan dengan Pria. Rasulzhan Kyzy Barnokhon jual bayinya yang berusia 1 minggu. 

Astaga Demi Berkencan dengan Pria, Mama Muda Jual Anaknya yang Berusia 7 Hari
 
Mama Muda Jual Anaknya yang Berusia 7 Hari demi Berkencan dengan Pria. Rasulzhan Kyzy Barnokhon jual bayinya yang berusia 1 minggu. 
 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Seorang wanita Rusia ditangkap setelah mencoba menjual anak-anaknya yang ia anggap menjadi penghalang dirinya untuk kencan dengan pria lain.

Rasulzhan Kyzy Barnokhon ditangkap setelah dia mencoba menjual bayi berusia seminggu seharga 11.500 Poundsterling di ibukota Rusia, Moskow.

Baca: Foto Warga yang Protes Jalan Lengkong Wuaya, Rindi Timbalao Mengaku Awalnya Takut

Baca: Ini Video Detik-detik Ibu Terobos Paspampres Bersimpuh di Depan Jokowi Sampaikan Ini dan Pingsan

Baca: Respons Hasto terhadap Sindiran Sandiaga Kepada Jokowi, Soal Cuti Kampanye

Baca: Baru Diresmikan Jokowi, Ini Jalan Tol Terpanjang di Indonesia dengan Panjang 2.770 Km

Baca: Komentar Iwan Fals Lihat Jokowi Naik KRL: Saya Belum Pernah

Wanita berusia 23 tahun itu datang ke pusat kota, dari barat daya kota Ufa untuk bertemu pembelinya, tanpa ia ketahui bekerja sama dengan polisi.

Setelah menerima uang hasil penjualan putri kecilnya, Barnokhon ditangkap. Polisi mengatakan ini adalah kedua kalinya sang ibu mencoba menjual anak-anaknya.

Dia dikatakan pernah melakukan upaya serupa enam bulan yang lalu. Pada kesempatan itu, ia  mencoba untuk menjual putrinya yang berusia 1 tahun.

Pada saat itu, Barnokhon, yang sudah hamil dengan anak ketiganya, memposting sebuah pesan di media sosial.

“Mencari orang tua angkat untuk seorang gadis berusia satu tahun. Moskow,” tulisnya.

Menurut aktivis, Barnokhon berubah pikiran dan menolak untuk menjual putrinya setelah mendengar bujukan seorang kerabatnya.

Namun enam bulan kemudian, setelah melahirkan anak ketiganya, Barnokhon menghubungi Yulia Ivanova, juru bicara Komite Investigasi Rusia yang sedang menyamar.

Halaman
12
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved