Aktivis Hewan Dunia Selamatkan Anjing Hidup Penuh Luka Berulat di Pasar Kawangkoan

Setelah menyelamatkan kucing di Pasar Tomohon, dua organisasi aktivis hewan dunia kembali menyelamatkan anjing di Pasar Kawangkoan, Kamis (8/3/2019)

Aktivis Hewan Dunia Selamatkan Anjing Hidup Penuh Luka Berulat di Pasar Kawangkoan
Istimewa
Aktivis Hewan Dunia Selamatkan Anjing di Pasar Kawangkoan 

Aktivis Hewan Dunia Selamatkan Anjing Hidup Penuh Luka Berulat di Pasar Kawangkoan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Setelah menyelamatkan kucing di Pasar Tomohon, dua organisasi aktivis hewan dunia kembali menyelamatkan anjing di Pasar Kawangkoan, Kamis (8/3/2019).

Ada 15 anjing yang diselamatkan di pasar ini.

Sebastian Margenfeld (Jerman), Founder and Director of Förderverein Animal Hope and Wellness e.V Germany mengatakan, kondisi Pasar Kawangkoan sangat mengerikan. Mereka menemukan seekor anjing yang memiliki luka besar di bahunya.

"Mungkin itu karena pengait si penjagal. Seorang pedagang mengatakan bahwa anjing itu sudah duah minggu di dalam kerangkeng besi. Kami menyelamatkannya beserta 14 anjing lainnya," ujarnya.

Setelah tiba di shelter Animal Friends Manado Indonesia (AFMI) di Tomohon, anjing betina yang terluka parah tersebut mendapat perawat. Rupanya luka itu telah dipenuhi oleh ulat.

Baca: Aktivis Hewan Internasional Selamatkan Kucing di Pasar Tomohon, Anne Supit Kutip Amsal 12:10

Baca: Aktivis Hewan Dunia Minta Pemerintah Larang Konsumsi Daging Anjing dan Kucing

"Anjing ini dimakan hidup-hidup oleh ulat. Ada sekitar 50 ulat yang dikeluarkan. Ini tidak ada hubungannya dengan budaya atau tradisi. Ini adalah kekejaman terhadap hewan, ini hal yang buruk," kata Sebastian yang juga representasi salah seorang anggota parliament Europa MdEP Stefan Bernhard Eck.

Davide Acito Director of Action Project Animal and also representative of Elisabetta Franchi Foundation mengatakan pihaknya selalu menghormati tradisi dan budaya. Namun perdagangan daging anjing yang mereka saksikan di pasar ekstrem tak ada hubungannya dengan itu.

"Ini murni kekejaman," katanya.

Seperti yang terjadi di Pasar Kawangkoan. Ia menyaksikan banyak anjing dalam kerangkeng besi, sakit dan hidup di tengah kotoran mereka. Dan mereka menyelamatkan anjing-anjing tersebut.

"Tapi kami tahu betul bahwa itu hanyalah setetes air di lautan. Kami tidak mengubah dunia, Tapi bagi mereka semua, dunia akan berubah. Orang-orang dapat dihakimi atas cara mereka memperlakukan hewan, saya harap dan saya percaya adanya perubahan yang cepat," katanya. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved