Berita Manado

Warga Manado Jadi 'Pecalang' Saat Nyepi di Taas

Di Manado, tepatnya di Kelurahan Taas Lingkungan 4 Manado, warga masyarakat setempat yang beragama non-hindu serta aparat kelurahan jadi "pecalang".

Warga Manado Jadi 'Pecalang' Saat Nyepi di Taas
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Warga Manado Jadi 'Pecalang' Saat Nyepi di Taas 

Warga Manado Jadi 'Pecalang' Saat Nyepi di Taas

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Di Bali, hari raya Nyepi dijaga oleh Pecalang.

Di Manado, tepatnya di Kelurahan Taas Lingkungan 4 Manado, warga masyarakat setempat yang beragama non-hindu serta aparat kelurahan jadi "pecalang".

Mereka berjaga di lorong serta Pura untuk memastikan umat Hindu beribadah dengan khusyuk.

Populasi warga beragama Hindu terbanyak di Manado memang berada di Kelurahan Kelurahan Taas Lingkungan 4.

Di sana terdapat sekira seratus kepala keluarga beragama Hindu serta satu - satunya Pura di kota Manado bernama Jagaditha.

Uniknya, Pura itu bersisian dengan Gereja Katolik Salib Suci dan ada lagi sebuah gereja serta sebuah mesjid tak jauh dari situ.

Semua umat beragama ada di Desa itu, dari Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Islam hingga Konghucu hingga penduduk setempat mengklaim itulah satu satunya tempat di Sulut dimana semua agama ada.

Lurah Taas Sandri Moses mengatakan, aparat kelurahan serta warga umat beragama selain Hindu turut menjaga kekhusyukan hari raya nyepi di tempat itu.

"Kami patroli sejak beberapa hari lalu," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved