Dubes Jerman Diusir dari Venezuela, Pemerintah Maduro Berikan Waktu 48 Jam

Kami tidak menerima diplomat asing yang bertindak sejalan dengan agenda konspirasi ekstremis Venezuela

Dubes Jerman Diusir dari Venezuela, Pemerintah Maduro Berikan Waktu 48 Jam
AFP/JUAN BARRETO
Presiden Venezuela Nicolas Maduro m 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Venezuela mengumumkan menjadikan Duta Besar Jerman Daniel Kriener persona non grata dan mengusirnya dalam waktu 48 jam ke depan.

Pernyataan itu muncul di tengah semakin memanasnya krisis di Venezuela sebagai akibat dari upaya menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dari kekuasaan.

Kriener merupakan satu dari lusinan diplomat asing yang menyambut pemimpin oposisi Juan Guaido, dengan Jerman salah satu negara yang mengakuinya sebagai presiden sementara. Kriener menyambut kepulangan Guaido di bandara pada Senin (4/3/2019) setelah melakukan tur keliling Amerika Selatan untuk memperkuat dukungan anti-Maduro.

Selain Kriener, sebenarnya terdapat diplomat dari Argentina, Brasil, Kanada, Chile, Ekuador, Perancis, Portugal, Belanda, hingga Amerika Serikat (AS). Namun, sejauh ini baru Kriener yang ditargetkan.

Dilansir BBC Kamis (7/3/2019), Caracas menuduh Kriener telah melakukan campur tangan dalam urusan internal negara, dan memberikannya waktu 48 jam ke depan.

"Kami tidak menerima diplomat asing yang bertindak sejalan dengan agenda konspirasi ekstremis Venezuela," ujar Kementerian Luar Negeri Venezuela. Guaido menanggapi dengan menyatakan Kriener telah berusaha membantu membawa bantuan ke Venezuela, dan menyebutnya pengusirannya sebagai ancaman bagi dunia bebas.

"Kelihatannya rezim Maduro tidak akan memaafkan siapapun yang mencoba membantu Venezuela," ujar Guaido dalam pidatonya di hadapan petinggi oposisi. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas bereaksi atas pengusirannya diplomatnya dengan mengatakan manuver Caracas hanya akan memperkeruh situasi.

Dalam dua tahun terakhir, negara kaya minyak di Amerika Latin tersebut mengusir diplomat tinggi AS, begitu juga dari negara tetangga Brasil dan Kanada. Pengusiran itu terjadi di tengah keputusan AS mencabut visa bagi 77 orang yang diduga berhubungan dengan Maduro, termasuk pejabat pemerintahan dan keluarganya.

"Kami akan terus menekan rezim Maduro hingga demokrasi dan libertad (kebebasan) dipulihkan sepenuhnya di Venezuela" kata Wakil Presiden AS Mike Pence dikutip AFP.

Pejabat Kementerian Luar Negeri AS mengungkapkan, keputusan itu total menempatkan lebih dari 250 individu Venezuela telah dicabut visanya. Penasihat Keamanan Nasional John Bolton juga memberi tahu lembaga keuangan asing mereka bakal menghadapi sanksi jika memfasilitasi transaksi yang dianggap menguntungkan Maduro. (*)

Editor: Charles Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved