Identitas Mayat yang Ditemukan di Kompleks Jumbo, Marten Leleyuya Namanya

Lelaki bertato yang ditemukan di kompleks Jumbo, Kota Manado, Rabu (6/3/2019) pagi tadi, oleh warga ternyata bernama Marten Leleyuya (52)

Identitas Mayat yang Ditemukan di Kompleks Jumbo, Marten Leleyuya Namanya
TRIBUNMANADO/JUFRY MANTAK
Jenazah korban saat berada di ruang pemulasaran RS Bhayangkara Karombasan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Lelaki bertato yang ditemukan di kompleks Jumbo, Kota Manado, Rabu (6/3/2019) pagi tadi, oleh warga ternyata bernama Marten Leleyuya (52), warga Kelurahan Singkil Dua, Kecamatan Tuminting.

Diketahui, sebelum ditemukan warga, korban yang keseharian bekerja sebagai supir mikrolet ini mengatakan kepada rekan-rekan supir, agar melihat mobilnya krena dia ingin pergi ke kamar mandi.

"Dia cuma bilang mo pi kamar mandi. Mar nda bale-bale," ungkap beberapa sopir mikrolet saat ditemui wartawan Tribunmanado.co.id.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan oleh warga dengan posisi tersandar di dinding gedung Jumbo, dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Kejadian itupun dilaporkan ke pihak kepolisian.

Penemuan Mayat terbaru
Penemuan Mayat terbaru (Facebook/Feydi Javier Mokoginta)

Kapolsek Wenang Kompol Jacky Wungkana, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

"Benar ada penemuan mayat, dan anggota piket sudah mendatangi lokasi kejadian. Dan membawa jenazah korban ke ruang pemulasaran RS Bhayangkara Karombasan," ungkapnya. 

 Kompol Jacky Wungkana, mengatakan kalau jenazah korban sudah diserahkan ke keluarganya.

"Mereka menolak untuk di otopsi, jadi pihak kami sudah membuatkan surat penolakan otopsi, sementara jenazah korban sudah diserahkan ke keluarganya," jelas Wungkana.

"Menurut keluarga korban, lelaki itu sudah sering mengeluh sakit perut. Jadi, kemungkinan besar dari keluarga berpikir kalau korban meninggal akibat sakit," tambahnya

 istri korban yang enggan memberitahukan namanya saat ditemui wartawan di depan ruang RS Bhayangkara, mengatakan kalau korban bekerja sebagai sopir mikrolet sudah sejak 2015, dan memang sudah sering mengeluh dengan sakit perut.

"Dia memang keluar pagi-pagi sekali untuk mencari uang dengan mengemudikan mikrolet. Dan tadi dia keluar rumah tidak mengelu apa-apa," terang istri korban.

Dia menambahkan, "Kami keluarga mengiklaskan kepergiannya, karena dia memang sudah lama menahan sakit yang dia alami".

Berita Populer: Kronologi Tewasnya PNS BKP Sulut Alfons Tilaar di Bolmong: Korban Dianiaya Ayah-Anak

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV

Follow juga akun instagram tribunmanado

Penulis: Jufry Mantak
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved