Longsor Tambang Bakan

Fokus Evakuasi Korban Tambang Bakan, Bupati Bolmong Tak Ingin Bahas Nasib PETI

Yasti menjelaskan, pihaknya akan membahas PETI di Bolmong jika evakuasi sudah selesai karena persoalan tambang liar perlu melibatkan pihak terkait.

Fokus Evakuasi Korban Tambang Bakan, Bupati Bolmong Tak Ingin Bahas Nasib PETI
Tribun Manado
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mendengar penjelasan Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI Budi Purnomo terkait evakuasi korban longsor tambang ilegal di Bakan, Selasa (5/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo belum mau membahas soal kelanjutan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bolmong.

Menurut Yasti, saat ini pihaknya masih ingin fokus dalam proses evakuasi korban longsor di PETI Super Busa, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan.

"Saya belum mau bicara soal ke depannya PETI di Bolmong itu seperti apa, sebab kita masih fokus proses evakuasi korban longsor," ujar Yasti yang didampingi Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara dan Sekda Tahlis Gallang.

Yasti menjelaskan, pihaknya akan membahas PETI di Bolmong jika proses evakuasi sudah selesai karena persoalan tambang liar perlu melibatkan pihak terkait (stakeholder).

"Jadi pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah harus duduk bersama sebagai yang punya wewenang," ungkap Yasti.

Baca: Identifikasi Korban Tambang Bakan, Satu Jenazah Masih Ditahan DVI Polda Sulut

Baca: Evakuasi Korban Tambang Bakan, Hari Ke-8 Tim Evakuasi 11 Kantong Jenazah

Baca: UPDATE 34 Nama Korban Tambang Bakan, Lima Jenazah Teridentifikasi, Empat Potongan Tubuh Dikubur

Bupati mengatakan, proses evakuasi akan terus dilakukan hingga tuntas, meskipun prosedur operasional standar Basarnas hanya sampai tujuh hari.

"Meski batas waktunya tujuh hari saya minta terus diperpanjang, sekarang kan ditambah tiga hari lagi," jelas Yasti.

Ditanya soal surat keputusan (SK) tanggap darurat, Yasti mengaku baru menandatangani pada Jumat (1/3/2019).

"Soal SK tanggap darurat saya baru tanda tangani pada Jumat kemarin, karena saya masih turun di lokasi bencana, jadi belum sempat" tutup Yasti. (*)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved