BKSDA Sulut Proses Kasus Pembunuhan 2 Penyu di Bolmong

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara sementara memproses kasus pembunuhan hewan dilindungi penyu yang diposting di sebuah akun Facebook

BKSDA Sulut Proses Kasus Pembunuhan 2 Penyu di Bolmong
Istimewa
Penyu yang ditangkap 

BKSDA Sulut Proses Kasus Pembunuhan 2 Penyu di Bolmong

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara sementara memproses kasus pembunuhan hewan dilindungi penyu yang diposting di sebuah akun Facebook, 4 Maret 2019 lalu.

"Untuk kasus ini sudah saya teruskan ke Seksi Penegakkan Hukum LHK supaya dibantu penanganannya," ujar Hendrik Rundengan, dari BKSDA Sulut, Rabu (6/2/2019).

Dalam postingan tersebut, akun FB yang memposting diketahui adalah guru di Bolaang Mongondow, dia menulis status "Berkat melimpah. 2 (dua) ekor penyu (tuturuga)," tulisnya di akunnya.

Dalam postingan tersebut dua ekor penyu sudah dalam keadaan mati dan dipotong-potong. Tampak penyu tersebut sudah terpisah cari cangkangnya, dan ada foto-foto dengan Penyu yang sudah terpisah-pisah tersebut.

Namun pada Rabu sore, postingan ini tampak sudah dihapus. Yang bersangkutan pun telah memberikan klarifikasi.

Postingan ini mendapat reaksi keras dari warga yang tahu bahwa Penyu hewan dilindungi dan tak bisa dikonsumsi. (fin)

Baca: BKSDA Sulawesi Utara Dorong Promosi Cagar Alam Tangkoko Batuangus

Baca: BKSDA Sulut dan EPASS Tangkoko Gelar Sarasehan 100 Tahun CA Tangkoko

Baca: BKSDA Sulut Evakuasi 4 Buaya dan 3 Monyet pada 2019, Ada Buaya Pemakan Manusia Seberat 600 Kg

Baca: Kelahiran Bayi Anoa Keberhasilan Upaya Konservasi

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved