Olahraga

2nd Youth Online Championship 2019 Mulai Digelar

Bert Toar Polii, Humas PB GABSI mengatakan World Bridge Federation akan menggelar 2nd Youth Online Championship 2019 setelah ditunda selama sebulan.

2nd Youth Online Championship 2019 Mulai Digelar
ISTIMEWA
2nd Youth Online Championship 2019 Mulai Digelar 

2nd Youth Online Championship 2019 Mulai Digelar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bert Toar Polii, Humas PB GABSI mengatakan World Bridge Federation akan menggelar 2nd Youth Online Championship 2019 setelah ditunda selama sebulan.

Turnamen akan dimulai tanggal 10 Maret 2019 dan direncanakan berakhir pada tanggal 6 Agustus 2019.

"Ada 29 negara yang ikut di kelompok Junior U26 dan 18 negara di kelompok Kids U16. Peserta lebih banyak dibandingkan tahun lalu," katanya.

Pada event ini katanya dipertandingkan dua nomor, yaitu Junior U26 dan Kids U16 atau dengan persyaratan umur, Junior musti lahir pada 1 Januari 1994 atau sesudahnya sedangkan Kids lahir pada tanggal 1 Januari 2004 atau sesudahnya.

Untuk Junior U26 peserta dibagi dalam dua group A yang berisi 15 negara termasuk Indonesia dan group B yang dikuti 14 negara.

Sedangkan untuk Kids U16 tidak dibagi pool hanya 1 pool berisi 18 negara.

"Pertandingan akan diadakan dua babak, yaitu babak penyisihan bermain sistim Swiss 7 session dan babak Quarter Final, Semi Final dan Final yang berlangsung sistim gugur. Pada babak penyisihan penentuan lawan akan diundi secara “blind draw” menggunakan  aplikasi “Num Generator” untuk 6 session awal. Selanjutnya pada session ketujuh atau terakhir peringkat 1 akan berhadapan dengan peringkat dua, peringkat 3 bertarung dengan peringkat empat dan seterusnya sesuai peringkat sampai session keenam," ujarnya.

Pertandingan memainkan 14 papan dan disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui Bridge Base Online. Kalau pada tahun pertama tidak boleh ada penonton maka tahun ini penonton diizinkan. 

"Suatu kemajuan karena tahun lalu ketika saya jadi Non Playing Captain timnas U26 sempat membiarkan penonton boleh menonton tapi ditegur oleh NPC lawan karena memang dilarang sesuai peraturan," ujarnya.

Selanjutnya peringkat 1-4 dari masing-masing pool untuk Junior U26 akan berlaga di quarter final yang berlangsung dengan sistim gugur sampai babak final.

Pertandingan akan berlangsung 3 segmen @ 14 papan.

Khusus untuk Kids U16 karena tidak ada pembagian pool maka peringkat 1-8 akan lolos ke babak quarter final.

Sistem pertandingan sama dengan junior u26.

Ia mengatakan berbeda dengan pertandingan bridge pada umumnya, pertandingan bridge online akan digelar melalui internet memanfaatkan Bridge Base Online.

Jadi pemain akan bermain dari rumah masing-masing sesuai jadwal yang sudah disepakati oleh kedua Non Playing Captain (NPC).

"Kids U 16, pemain yang terpilih : Angelica P T Rompas, Christofel Katiandagho, Bertrand Barahama, Putra Nurhamidin, Jaedon Mozez Kairupan, Minyeo Jubilate Kairupan,  Taqwa  R. Winata, Whitney A. Kattang. Kedelapan pemain ini seluruhnya berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Hampir semua pemain sudah berpengalaman mengikuti berbagai kejuaraan termasuk tingkat nasional. Mereka akan didampingi oleh Samsu Risal sebagai Non Playing Captain dan Jeldy Tontey sebagai pelatih," ujarnya.

Untuk junior U 26, pemain yang terpilih: Heri Purnomo, Permadi Sulistiyo Pramana, Sandi Wijaya, Muhammad Hafis Meiditama, M Ibnu Idris, Kgs Efriyansyah, Monica Ayu Triana dan Fransisca Tri Martanti.

Ia mengatakan sesuai info yang diterima dari kedua Non Playing Captain, jadwal pertandingan untuk Junior U26 melawan Israel akan berlangsung tanggal 13 Maret 2019 pukul 20.00 WIB.

Ada perbedaan waktu 5 jam antara Indonesia dengan Israel jadi mereka bermain pukul 15.00 waktu setempat.

"Untuk England vs Indonesia di Kids U16 direncanakan tanggal 10 Maret 2019 pukul 18.00 WIB atau karena semua pemain Kids berasal dari Indonesia Timur berarti pukul 19.00. Di Inggris sekitar pukul 11.00," tuturnya.

"Terjadi kesepakatan yang saling menguntungkan karena dalam pertandingan online dimana ada perbedaan waktu yang cukup panjang apalagi kalau harus berhadapan dengan negara-negara di Amerika itu sangat penting menjadi pertimbangan.
Tahun lalu bergantian yang mengalah, kadang-kadang kita yang harus main menjelang tengah malam atau pagi hari.
PB GABSI dibawah pimpinan Ketua Umum, Ibu Miranda S Goeltom memang secara khusus memberi perhatian pada penggemar bridge online. Ia membentuk Komite khusus untuk menangani komunitas bridge online. Komite Bridge Online diketuai oleh Ronny Lontoh. Berkat keputusan ini maka timnas bridge online terbentuk melalui seleksi nasional yang digelar juga secara online oleh Komite Bridge Online."

(Tribun Manado/David Manewus)

BACA JUGA:

Baca: Kronologi Tewasnya PNS BKP Sulut Alfons Tilaar di Bolmong: Korban Dianiaya Ayah-Anak

Baca: Perkosa Gadis Pinolosian di Gubuk Tengah Sawah, Dua Mahasiswa Bolsel Ditangkap Polsek Bolaang Uki

Baca: Alfons Tilaar PNS Pemprov Sulut Tewas Dianiaya, Sekprov Ungkapkan Duka Cita Mendalam

TONTON JUGA:

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved