Pendidikan

Unima Raih Penghargaan Dharma Bela Negara

Penghargaan Dharma Bela Negara diberikan kepada‎ Rektor Unima Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS, dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Unima Raih Penghargaan Dharma Bela Negara
ISTIMEWA
Unima Raih Penghargaan Dharma Bela Negara 

Unima Raih Penghargaan Dharma Bela Negara

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Kementerian Pertahanan RI menyerahkan penghargaan Dharma Bela Negara Kepada Perguruan Tinggi yang telah berperan serta secara aktif dalam penyelanggaraan, pembinan kesadaran bela negara di perguruan tinggi, di Aula Serbaguna Kementrian Pertahanan RU Jakarta, Selasa (05/03/2019).

Penghargaan Dharma Bela Negara diberikan kepada‎ Rektor Unima Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS, dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Selain penyerahan penghargaan juga dilaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan Bela Negara di perguruan tinggi.

Unima menjadi satu diantara perguruan tinggi yang mendapat penghargaan Dharma Bela Negara yang telah berperan serta secara aktif dalam penyelenggaraan pembinaan kesadaran bela Negara di perguruan tinggi.

Dalam rilis yang diterima Tribun Manado Selasa (06/03/2019), usai menerima penghargaan itu rektor memanjatkan syukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada kementrian Pertahanan RI serta apresiasi kepada Unima.

"Salut serta bangga kepada keluarga besar Unima yang selalu bekerja bersama untuk Unima lebih maju, lebih berkarakter, terus berinovasi, serta selalu unggul dalam setiap kompetitif," kata Runtuwene.

Lanjut Runtuwene berharap, agar melalui penghargaan ini sebagai warga negara, sebagai lembaga pendidikan, Unima dapat menjaga pertahanan Nasional lewat bidang pendidikan.

Unima Raih Penghargaan Dharma Bela Negara
Unima Raih Penghargaan Dharma Bela Negara (ISTIMEWA)

Menjaga pertahanan Republik Indonesia, melalui jalur pendidikan akan terus membentuk pola pikir masyarakat, membentuk karakter masyarakat melalui pembentukan karakter yang sesuai visi Unima.

Unima mengubah mind set demi mencegah terganggunya pertahanan Nasional baik yang belum nyata (konflik terbuka dan perang konvensional) dan yang nyata (terorisme, radikalisme, bencana dan lainnya.

(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

BACA JUGA:

Baca: Buktikan Masuk Polisi Tak Pakai Uang, M Ikram, Anak Pemulung Sujud di Kaki Ibu

Baca: Coba Menggigit Petugas Saat Penangkapan, Kaki Taufik Gani Terpaksa Ditembak

Baca: VIRAL, Foto-foto Bidan Telanjang Beredar Luas di Medsos, Polisi Kejar Pelaku Penyebaran

TONTON JUGA:

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved