Gelar Pameran Foto di Tepi Sungai Oya Semarakan HPN 2019

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pameran foto Jurnalistik di Wulenpari, Dusun/Desa Beji

Gelar Pameran Foto di Tepi Sungai Oya Semarakan HPN 2019
tribun jogja
Wartawan Kenduri bersama warga masyarakat Desa sebelum foto dipamerkan di Wulenpari, Dusun/Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Selasa (5/3/2019) 

Gelar Pameran Foto di Tepi Sungai Oya Semarakan HPN 2019 

 
Wartawan Kenduri bersama warga masyarakat Desa sebelum foto dipamerkan di Wulenpari, Dusun/Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Selasa (5/3/2019) 
 
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pameran foto Jurnalistik di Wulenpari, Dusun/Desa Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (5/3/2019).

Lokasi pameran ini tepat berada di tepi Sungai Oya yang membelah wilayah Gunungkidul.

Pameran foto ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pers Nasional 2019.

Baca: Pemain Muda Persib Bandung Beckham Putra Nugraha Minta Restu ke Atep Untuk Gunakan Nomor Punggung 7

Baca: Dianggap Dapat Sembuhkan Penyakit Ternyata Jus Ini Tak Berkhasiat

Baca: Dianggap Dapat Sembuhkan Penyakit Ternyata Jus Ini Tak Berkhasiat

 
Menariknya, bingkai foto pada pameran Jurnalistik ini tidak menggunakan pigura kaca selayaknya pameran foto pada umumnya. Melainkan memakai gedhek (anyaman bambu) sebagai alas foto.

Selain itu, sebelum dipamerkan, puluhan foto hasil karya para wartawan itu juga diarak oleh warga setelah sebelumnya melaksanakan doa kenduri. Kemudian foto digantung di Pasar Srawung.

Ketua Penyelenggara Pameran, Riza Marzuki mengatakan ada 35 foto jurnalistik dari 8 wartawan media massa yang diarak dan dipamerkan di pasar Srawung Wulenpari.

Foto-foto tersebut merupakan hasil karya dari para wartawan yang diabadikan selama mereka bertugas. 
Mengambil tema "Dol Tinuku".

"Dol Tinuku itu adalah jual-beli. Kita sengaja mengambil tema itu karena sekarang ini merupakan tahun politik. Dimana banyak kapitalisasi dan tidak lepas dari transaksi. Kita ingin membawa pesan, bahwa media massa jangan sampai terjebak pada transaksi politik," kata Riza, ditemui disela-sela acara pameran.

Menurut dia, media massa sebagai kontrol sosial dan membawa kepentingan masyarakat luas harus memposisikan diri di tengah, sebagai penyeimbang.

Jangan sampai masuk pada zona transaksi yang dilakukan oleh mereka yang berkepentingan dalam politik.

Halaman
12
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved