Pelanggan Ojek Online di Perkotaan Bisa Habiskan Belasan Juta Rupiah Setahun

Keberadaan ojek online atau aplikasi penyedia jasa transportasi berdasaran permintaan memang sangat memudahkan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pelanggan Ojek Online di Perkotaan Bisa Habiskan Belasan Juta Rupiah Setahun
tribun medan
Ojek online menggunakan GPS saat berkendara. Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Pakai GPS Saat Naik Motor Bisa Terancam Penjara 3 Bulan dan Denda Rp 750 Ribu, http://bogor.tribunnews.com/2019/01/31/pakai-gps-saat-naik-motor-bisa-terancam-penjara-3-bulan-dan-denda-rp-750-ribu. Editor: Yudhi Maulana Aditama 

Pelanggan Ojek Online di Perkotaan Bisa Habiskan Belasan Juta Rupiah Setahun

 
 TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Keberadaan ojek online atau aplikasi penyedia jasa transportasi berdasaran permintaan memang sangat memudahkan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tanpa disadari, keberadaan ojek online yang tadinya untuk membantu masyarakat karena minimnya kualitas dan kuantitas transportasi umum pun menjadi salah satu aspek penting yang menunjang kehidupan sehari-hari.

Baca: Warga Tidak Berani Masuk Hutan Takut Diterkam Harimau Sumatera

Baca: Link Live Streaming Piala Presiden 2019: Arema Vs Barito Putera di Indosiar Pukul 15.30 WIB

Tak hanya untuk menjadi penghubung antara satu moda transportasi umum ke yang lain, beberapa orang pun menjadikan ojek online sebagai alat transportasi utama.

 
Selain itu, berbagai layanan lain yang diberikan oleh penyedia jasa ojek online seperti layanan pesan antar makanan turut memudahkan para pelanggan.

Ketergantungan pada ojek online itulah yang tanpa disadari membuat penggunanya bisa menghabiskan puluhan juta pendapatannya dalam setahun untuk pengeluaran ojek online saja.

Lidya Panjaitan (25), salah seorang pekerja media di Jakarta mengalokasikan dana setidaknya Rp 1,2 juta sebulan atau setidaknya Rp 14,4 juta dalam satu tahun untuk biaya transportasi sehari-hari. Pekerjaan yang menuntutnya untuk berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lainnya membuat ojek online menjadi solusi yang menurutnya paling tepat.

Meski terkadang, uang yang dia alokasikan masih kurang.

"Biasanya sih Rp 1 juta sampai Rp 1,2 juta dengan pertimbangan kerja 25 hari sebulan, tapi kadang masih kurang," ujar Lidya kepada Kompas.com, Senin (4/3/2019).

Lidya mengatakan, uang yang dia anggarkan khusus untuk transportasi sehari-hari tersebut juga kerap dia gunakan untuk melakukan memesan makanan. Inilah yang membuat anggaran transportasinya kerap defisit.

"Harusnya sih buat transport aja, tapi kalau sudah pingin banget dan kelaparan dipakai buat jajan," ujar dia.

Halaman
123
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved