Mengemas Makanan, IGAR Membidik Pertumbuhan 9%

Produsen Packaging PT Champion Pacific Indonesia Tbk menargetkan adanya pertumbuhan penjualan yang lebih besar ketimbang

Mengemas Makanan, IGAR Membidik Pertumbuhan 9%
kontan.co.id
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Produsen Packaging PT Champion Pacific Indonesia Tbk menargetkan adanya pertumbuhan penjualan yang lebih besar ketimbang di tahun lalu yang hanya mencapai 2%. Tahun ini, emiten berkode saham IGAR di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membidik pertumbuhan sampai 9%. 

IGAR pun optimis, permintaan akan bisnis kemasan di tahun 2019 masih moncer apalagi mendekati lebaran. Makanya, di tahun ini, perusahaan akan mendiversifikasikan produknya ke kemasan makanan.

Direktur Utama IGAR, Antonius Muhartoyo mengatakan, bahwa pertumbuhan kinerja penjualan yang tumbuh tipis mencapai 2% pada tahun lalu itu dikarenakan perusahaan hanya fokus pada kemasan farmasi saja. 

Karena seperti diketahui, di tahun lalu kinerja perusahaan farmasi juga tidak begitu baik lantaran terimbas merosotnya nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat (AS). Bahkan, perusahaan farmasi juga tidak menaikkan harga jual produk. Alhasil industri kemasan farmasi tak bisa serta merta menaikkan harga jualnya.

Antonius bilang, perusahaan akan mencoba masuk ke kemasan makanan. "Secara margin keuntungan memang kecil, tapi volume permintaan lebih besar apalagi saat dekat lebaran. Kami optimistis bisa menaikkan penjualan sampai 9%," kata Antonius kepada KONTAN, Jumat (1/3).

Meski membuat strategi diversifikasi bisnis, namun perusahaan ini tidak akan menambah mesin produksi. Soalnya, emiten berkode saham IGAR ini sudah mempunyai mesin pengolahan kemasan makanan yang masih belum difungsikan (idle).

Yang terbaru, IGAR membeli mesin produksi dengan kemampuan pencetakan 10 varian warna. Nilai pembelian mesin saja sekitar Rp 34 miliar, dan telah dilakukan tahap percobaan produksi. Dengan mesin baru ini, perseroan berharap dapat menjajal pasar ekspor. "Kami akan coba ekspor ke negara-negara ASEAN. Jenis packagingnya tetap di segmen obat,"  terangnya. Namun sayang ia enggan membeberkan berapa besaran porsi ekspor tersebut.

Sementara untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini, Antonius bilang, perusahaannya tidak menyiapkan dikarenakan belum ada rencana ekspansi apapun. Adapun tahun lalu capex sebesar Rp 60 miliar sudah dikeluarkan untuk pembelian mesin-mesin baru. "Tahun ini hanya operational expenditure saja untuk peremajaan mesin tapi jumlah tak besar," tambahnya.

Sampai kuartal tiga tahun 2018, segmen farmasi masih menjadi tulang punggung IGAR dengan porsi 87% atau senilai Rp 519 miliar dari total revenue IGAR yang mencapai Rp 594 miliar. Sedangkan sisanya berasal dari segmen non-farmasi sebesar Rp 75 miliar. (Eldo Christoffel Rafael)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved