Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bermula dari Keributan, Oknum Anggota Brimob Tembak Mati Seorang Pria, Ini Kronologinya

Kasus pembunuhan SD (20), seorang pria di Manokwari sudah mulai menemukan titik terang

Editor: Rhendi Umar
tribun bali
Ilustrasi Pistol 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan SD (20), seorang pria di Manokwari sudah mulai menemukan titik terang.

Dari hasil penyelidikan sementara, kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku adalah oknum anggota satuan Brimob yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Diketahui sebelumnya, SD tewas seusai ditembak mati oleh orang tak dikenal di Kompleks Rememi Permai, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua, Sabtu (2/3/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwendi Minggu (3/3/2019) menegaskan bahwa pelaku penembakan tersebut adalah oknum brimob.

Pelaku diketahui bertugas sebagai anggota pengamanan di Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Manokwari.

Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, diketahui pelaku tidak berniat untuk menembak mati korban.

BERITA POPULER: Diajak Kriss Hatta Menikah, Ayu Ting Ting Beri Jawaban yang Bikin Ruben Onsu Angkat Bicara

Baca: Tak Hanya di Bali, Rabu Ini Manado Gelar Festival Ogoh-Ogoh

Dijelaskan AKBP Adam, berdasarkan keterangan pelaku, awalnya oknum brimob tersebut hanya berniat memberikan tembakan peringatan pada korban.

Namun karena tangan terduga pelaku kemudian disabet korban menggunakan parang, pelaku akhirnya menembak korban.

“Untuk terduga pelaku terkena sabetan parang korban di bagian tangan kiri dan tangannya hampir putus. Berdasarkan keterangan sementara, pelaku sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, karena terdesak, akhirnya menembak korban," ujar Adam.

Sementara itu, Kasat Brimob Polda Papua Barat Kombes Pol Godhelp Cornelis Mansnembra menjelaskan, terduga pelaku diketahui tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Terduga pelaku saat itu diketahui sedang dalam perjalanan menuju ke rumahnya.

Tiba-tiba di tengah perjalanan, pelaku bertemu dengan korban dan sempat terjadi keributan.

“Rumah oknum ini berada tak jauh dari lokasi kejadian, karena saat itu yang bersangkutan ingin pulang ke rumah karena ditelepon anaknya," kata Kombes Pol Godhelp.

"Namun, saat pulang berpapasan dengan korban dan akhirnya terjadi keributan," ujar lanjutnya, Minggu (3/3/2019)

Diberitakan sebelumnya, kasus penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIT Sabtu (2/3/2019)

Dijelaskan oleh Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, korban diketahui sedang berboncengan dengan rekannya menggunakan sepeda motor.

Tak lama setelah itu, warga yang ada di sekitar kompleks tersebut mengaku mendengar keributan.

Beberapa saat setelah keributan tersebut, warga kemudian mendengar ada dua kali tembakan keras.

"Dari masyarakat di sana memang mengatakan ada dua kali suara tembakan," kata Adam Sabtu (2/3/2019).

Membenarkan keterangan yang disebutkan oleh saksi, polisi juga menemukan dua buah peluru di lokasi.

"Dan peluru di lokasi kejadian juga kami temukan ada dua," kata Adam.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait lokasi penembakan, polisi langsung mengamankan korban.

Selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan penyelidikan.

“Warga yang tertembak sudah dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” kata Adam dikutip dari Kompas.com.

Dijelaskan oleh Adam, akibat dua tembakan tersebut, korban langsung tewas di lokasi kejadian.

“Dari dua kali tembakan ini, korban SD meninggal di TKP," jelas Adam.

Sementara itu, teman SD yang saat itu berboncengan dengan korban, berhasil menyelamatkan diri.

"Sedangkan teman korban langsung lari untuk mengamankan diri,” ungkap Adam.

Teman korban yang merupakan saksi mata kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

"Kemudian kita tadi ada teman dari korban sudah langsung kami bawa ke polisi untuk dimintai keterangan," kata Adam dikutip dari Kompas TV.

Dalam keterangannya, AKBP Adam turut menjelaskan jenis pistol dan juga peluru yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan senjata tajam jenis parang di lokasi kejadian.

“Dari hasil olah TKP, ditemukan dua proyektil peluru yang diduga berasal dari senjata laras pendek jenis FN dan sebuah parang,” tutur Adam.

Baca: Aktivitas Gunung Karangetang di Sitaro Meningkat Signifikan

Keluarga Lakukan Protes atas Kematian Korban

Dikutip dari Kompas.com, puluhan kerabat korban, sempat melakukan aksi protes atas kasus penembakan yang terjadi Sabtu (2/3/2019).

Mereka beramai-ramai mengarak jenazah korban, ke Mapolsek Manokwari, Papua Barat, Minggu (3/3/2019).

Di jalan Bhayangkara, massa sempat diadang oleh aparat menggunakan pagar barikade.

Mereka sempat tidak diizinkan masuk ke halaman Mapolres Manokwari.

Namun setelah melakukan negosiasi dengan aparat, mereka kemudian diizinkan untuk masuk ke dalam.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kronologis Lengkap Kasus Oknum Brimob Tembak Mati Seorang Pria, http://wartakota.tribunnews.com/2019/03/04/kronologis-lengkap-kasus-oknum-brimob-tembak-mati-seorang-pria?page=all.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved