Sulawesi Utara

Sumendap Sorot Pembiaran PETI

Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH angkat bicara terkait musibah pertambangan emas tanpa izin alias PETI.

Istimewa
Bupati Mitra James Sumendap memberikan kesempatan kepada ASN yang malas ke kantor 

Sumendap Sorot Pembiaran PETI

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH angkat bicara terkait musibah pertambangan emas tanpa izin alias PETI yang merengut korban jiwa dan korban lainnya.

Sumendap menuding keberadaan PETI yang kian menjamur diseluruh pelosok wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), karena adanya pembiaran dari Dinas ESDM Provinsi.

Kejadian di lubang 'super busa' PETI di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong, merupakan 'buah' dari pembiaran sehingga harus dipertanggungjawabkan oleh Kadis ESDM Provinsi Bach Tinungki.

"Kan sudah beberapa kali diminta supaya dilakukan penertiban seluruh PETI yang ada di Sulut. Namun terkesan hanya dilakukan pembiaran. Sehingga dengan adanya kejadian tersebut harusnya Tinungki dipenjara. Karena ini menyangkut nyawa puluhan orang yang hilang. Apalagi ini bukan baru kali pertama terjadi. Karena tahun lalu juga sudah pernah memakan korban," tegas Sumendap kepada wartawan melalui WA grup Jumat (01/03/2019).

Keberadaan PETI yang terus bergeliat, kata JS sapaan Bupati Mitra harusnya ada penindakan cepat dari provinsi sebagai pemegang kewenangan, karena untuk pemerintah kabupaten hanya sebatas melaporkan.

"Dengan adanya kejadian berujung musibah di Bakan, harusnya Tinungki dipenjarakan. Karena terjadi proses pembiaran," pintanya.

Selain itu, JS turut menyinggung soal keberadaan PETI yang ada di Ratatotok, yang aktivitas tersebut sudah jelas melakukan pengerusakan lingkungan.

Karena sudah menggunakan alat berat, bahkan ada indikasi keberadaan TKA asing.

"Ini negara apa, sudah jelas-jelas ada pengrusakan lingkungan. Tapi kenapa dibiarkan," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved