Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Masih Tuai Pro Kontra Masyarakat

Penerapan Kebijakan kantong plastik berbayar telah diberlakukan kembali mulai 1 Maret 2019 lalu.

Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Masih Tuai Pro Kontra Masyarakat
aljazeera.com
Ilustrasi sampah plastik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penerapan Kebijakan kantong plastik berbayar telah diberlakukan kembali mulai 1 Maret 2019 lalu.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan jumlah produksi sampah plastik yang dihasilkan oleh masyarakat.

Sebagian besar warga pun turut mendukung peraturan yang diterapkan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Contohnya, Nabila, pelanggan minimarket Alfamart di dekat Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia mengaku, sangat mendukung kebijakan ini karena selama ini sampah plastik memang memiliki dampak buruk bagi lingkungan.

"Yaa setuju sekali yaa (dengan peraturan kantong plastik belanja berbayar), apalagi kan plastik terurainya lama banget," ucapnya, Minggu (3/3/2019).

Baca: Fadli Zon Kritik Pernyataan Buya Maarif Soal Puisi Neno Warisman

Baca: Maruf Amin Soal Kata Kafir Tidak Lagi Digunakan: Mungkin Supaya Kita Menjaga Keutuhan

Ia mencontohkan, salah satu akibat dari bahaya sampah plastik yaitu matinya seekor paus yang ditemukan di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada November 2018 lalu.

"Dulu kalau ga salah ada banyak sampah plastik ditemukan di ikan paus yang mati," ujarnya.

"Mungkin itu matinya juga karena makan plastik, kan kasihan banget ya itu," tambahnya.

Hal senada turut disampaikan oleh Andi, bahkan ia menyebut seharusnya kantong plastik berbayar dibanderol dengan harga yang lebih mahal lagi.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved