Istrinya Gladis Leong Hanya Titip Rendang dari Manado, Fanny Leke: Tak Miliki Firasat

"Saat di lapangan, dia hanya SMS untuk bawa rendang dari Manado kalau pulang kantor," ujar Fanny Leke

Istrinya Gladis Leong Hanya Titip Rendang dari Manado, Fanny Leke: Tak Miliki Firasat
TRIBUNMANADO/ANDREW PATTYMAHU
Fanny Leke, Suami dari Almarhum Gladis Leong yang meninggal melahirkan bayi kembar seorang diri, sempat viral 

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - Sebelum peristiwa tragis menimpa keluarga Leke-Leong pada Selasa (26/02/2019) suasana penuh keceriaan, canda tawa dan sukacita kerap terlihat di rumah permanen bercat oranye putih di Desa Popontolen, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan.

Namun hari-hari kebahagiaan itu, sirna seketika saat Gladis Leong ditemukan tak bernyawa di kamar ganti keluarga pada sore naas, 26 Februari 2019.

Awan hitam pekat terlihat menggelayut seolah menghapus hari-hari ceria keluarga Leke-Leong.

Selama 16 tahun lebih pernikahannya, pasangan suami istri ini sudah dikarunia enam buah hati ditambah dua bayi kembar yang lahir belakangan.

Baca: Gladis Leong, Wanita di Minsel Meninggal saat Lahirkan Sendirian Anak Kembar, Ini Penjelasan Polisi

"Saat kejadian itu, saya tak berada di rumah. Saya sedang kerja di Kantor Balai Sungai Sulawesi Utara (Sulut) tapi mendapat tugas pengawasan lapangan di Kota Bitung," ucap Fanny Leke, suami mendiang Gladis Leong, Sabtu (020/3/2019).

Saat bercerita dengan Tribunmanado.co.id, pria 47 tahun ini mencoba terlihat tegar, tapi suaranya terbata-bata dengan mata sembab. ASN ini seolah masih berharap istrinya berada di sampingnya.

Ia melanjutkan ceritanya, kabar duka tersebut ia dengar dari pelayan khusus di gerejanya.

Tapi sebelumnya, Fanny sudah ditelepon anak perempuannya memberitahu lewat teleponsang bunda dilarikan ke rumah sakit di Amurang tapi belum mengabarkan keadaan sebenarnya.

"Dengar istri saya sudah tak ada, saya rasa di sekitar saya jadi hitam. Seperti kalau malam tiba-tiba mati lampu," sambung pria bersahaja ini.

Pagi sebelum berangkat kerja di Kantor Balai Sungai Sulut di Kota Manado, tak ada firasat Fanny  harus berpisah dengan Gladis untuk selamanya. "Saat di lapangan, dia hanya SMS untuk bawa rendang dari Manado kalau pulang kantor," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved