Beri Contoh di Kota Suci Mekkah, Zainul Majdi Beri Pandangan Makna Kafir Menurut Ulama

TGB Muhammad Zainul Majdi akhirnya memberikan penjelasan tentang makna kata kafir dalam ajaran Islam

Beri Contoh di Kota Suci Mekkah, Zainul Majdi Beri Pandangan Makna Kafir Menurut Ulama
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi di Gedung PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018). 

Menurut Zainul Majdi, dalam hal akidah, berdasarkan kesepakatan para ulama, kata kafir berlaku untuk siapa pun yang tidak percaya dan ingkar kepada Allah SWT dan rasul-Nya serta pokok-pokok syarat. 

Namun demikian, dalam hal muamalah, kata TGB,  "Rasul yang mulia mengajarkan umatnya untuk membangun hubungan saling menghormati dengan siapapun."

TGB Zainul Majdi pun sampai menunjukkan foto di Arab Saudi untuk menjelaskan penggunaan kata non-Muslim bukan kata kafir saat akan memasuki kota suci Mekkah, Arab Saudi.

Simak status lengkap TGB Zainul Majdi berikut ini.

@tuangurubajang: Kesepakatan ulama, istilah kafir berlaku untuk siapapun yang tidak percaya dan ingkar pada ALLOH dan RasulNya serta pokok-pokok syariat. Ini dari sisi akidah. •

Namun dalam muamalah, Rasul yang mulia mengajarkan umatnya untuk membangun hubungan saling menghormati dengan siapapun.

Maka, saat hijrah, Rasul shallallahu alayhi wasallam menyepakati piagam bernegara bersama seluruh komponen di Madinah.

Dalam piagam itu ada hak dan kewajiban yang sama. Kata kafir tidak digunakan dalam piagam itu untuk menyebut kelompok-kelompok Yahudi yang ikut dalam kesepakatan itu.

Karena piagam Madinah bukan tentang prinsip akidah tapi tentang membangun ruang bersama untuk semua. 

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved