Sampaikan Pidato Politik, AHY Tegaskan Presiden Berikut Harus Pemimpin Kuat, Visioner, Adaptif

Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik di Djakarta Theatre, Jakarta

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 

Ketiga, memaksimalkan bonus demografi, bonus penduduk produktif yang tinggi. Bonus penduduk ini jangan sampai jadi beban. Pendidikan jadi kunci, pendidikan formal, informal, dan vokasional atau pelatihan kerja.

Persoalan keempat adalah kebutuhan energi yang meningkat. Dalam pidatonya AHY mengatakan presiden berikutnya perlu menciptakan sumber energi baru dan terbarukan sampai 23 persen.

"Tren lahan pertanian dan berkurangnya tenaga kerja pertanian, perlu dikembangkan teknologi agar produksi meningkat dan tidak merusak lingkungan," ujar AHY soal permasalahan kelima.

Untuk menghadapi tantangan itu, kata AHY, Indonesia membutuhkan profil presiden yang memiliki tiga syarat utama. Tiga syaratnya adalah pemimpin nasional yang kuat, pemimpin nasional yang visioner dan pemimpin nasional yang adaptif.

Presiden yang kuat artinya mampu menghadapi tantangan bangsa dan perjuangkan kepentingan nasional di kancah internasional. Presiden yang visioner artinya mampu melihat tantangan dan peluang Indonesia ke depan.

"Presiden yang adaptif artinya mampu menyesuaikan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa," kata AHY.

Pidato politik ini disampaikan sehari setelah AHY ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai panglima kampanye nasional Pemilu 2019. Mandat itu disampaikan SBY dalam bentuk surat yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca IP Panjaitan Kamis (28/2/2019).

“Dalam surat dari Pak SBY ada sembilan poin di mana satu di antaranya menunjuk AHY sebagai penanggung jawab dan pelaksana tugas pemenangan kampanye Pemilu 2019,” ungkap Hinca.

Hinca menegaskan penunjukan AHY tak mengubah struktur kepengurusan di DPP Partai Demokrat. Dalam menjalankan tugasnya AHY akan dibantu Soekarno untuk mengkoordinasi pemenangan di wilayah timur Indonesia dan Nachrowi Ramli untuk mengkoordinasi pemenangan di wilayah barat Indonesia.

Penunjukan AHY itu sebagai langkah antisipasi SBY yang kini sedang fokus menemani sang istri yang sedang dirawat di Singapura. Dalam surat itu SBY meminta maaf karena tak bisa hadir secara fisik hingga hari pencoblosan tanggal 17 April 2019.

Baca: 3 Bocah di Manado Ditinggalkan Ibu di Kontrakan, Kakak tak Sekolah, Memasak hingga Rawat Adik Sakit

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved