Laba Asuransi Jiwa Tertekan Hasil Investasi

Kinerja laba bersih industri asuransi jiwa terpuruk pada tahun 2018. Realisasi laba bersih industri ini jadi merugi disebabkan

Laba Asuransi Jiwa Tertekan Hasil Investasi
kompas.com
Asuransi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kinerja laba bersih industri asuransi jiwa terpuruk pada tahun 2018. Realisasi laba bersih industri ini jadi merugi disebabkan oleh penurunan hasil investasi sepanjang tahun 2018.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai 2018, jumlah laba bersih industri asuransi jiwa minus Rp 2,17 triliun. Padahal, di tahun sebelumnya, kinerja laba bersih masih positif di posisi
Rp 11,12 triliun.

Ketua Bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Maryoso Sumaryono menjelaskan, kinerja laba tersebut bisa terlihat dari beberapa instrumen, yakni pendapatan premi serta pendapatan investasi yang kemudian dikurangi dari pembayaran klaim dan cadangan premi.

“Dari situ, akan bisa terlihat apakah selisih instrumen tersebut bisa menghasilkan laba yang positif atau negatif,” kata Maryoso.

Yang jelas, kata dia, kondisi investasi industri ini tengah memerah seiring dengan penurunan nilai saham. Ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks obligasi ritel serta korporasi yang mengalami pelemahan pada tahun lalu.

Hal tersebut mengakibatkan hasil investasi industri menyusut tajam. Tercatat pada Desember 2018, hasil investasi industri asuransi jiwa hanya Rp 6,62 triliun, atau menyusut 86,13% dari realisasi tahun 2017, yaitu sebesar 47,75 triliun.

PT Capital Life Indonesia menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa yang mencetak kinerja negatif di tahun lalu. Realisasi laba perusahaan ini turun 13,32% menjadi Rp 47,36 miliar pada 2018.

Direktur PT Capital Life Robin Winata mengaku, penurunan kinerja tersebut karena kinerja hasil investasi tidak sebaik tahun sebelumnya. Namun tahun ini Robin lebih optimistis. Capital Life ditargetkan mampu perolehan laba sebesar Rp 127 miliar seiring  target pendapatan premi bruto tumbuh 28,52% menjadi Rp 9,9 triliun di 2019.

"Kami akan ekspansi produk dan mengembangkan kerja sama mitra bancassurance. Kami juga berencana menajamkan penetrasi untuk asuransi jiwa kredit yang saat ini masih kecil," ujar Robin.

Penurunan laba juga terjadi pada BCA Life. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba BCA Life masih minus Rp 24,66 miliar pada tahun 2018. Meski begitu, kerugian di tahun lalu sudah membaik ketimbang tahun sebelumnya yang masih minus sebesar Rp 43,22 miliar.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved