Soal Puisi Neno Warisman, Ahmad Syafii Maarif: Masa Tuhan Diajak Pemilu?

Ahmad Syafii Maarif turut berkomentar soal puisi Neno Warisman pada acara Munajat 212, yang disebut-sebut berbau politis.

Soal Puisi Neno Warisman, Ahmad Syafii Maarif: Masa Tuhan Diajak Pemilu?
Capture Video Twitter com
Neno Warisman Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Neno Warisman - Isi Lengkap Puisi Munajat 212 Neno Warisman, Trending Topic hingga Tuai Kontroversi, http://medan.tribunnews.com/2019/02/23/neno-warisman-isi-lengkap-puisi-munajat-212-neno-warisman-trending-topic-hingga-tuai-kontroversi?page=all. Editor: Salomo Tarigan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif turut berkomentar soal puisi Neno Warisman pada acara Munajat 212, yang disebut-sebut berbau politis.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri konferensi pers persiapan acara 'Doa dan Ikrar Anak Bangsa untuk Indonesia', di Aula Panti Trisula Perwari di Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Pria yang akrab disapa Buya itu menyebut, pembacaan puisi tersebut merupakan tindakan sadis dan biadab, karena menyeret Tuhan dalam percaturan politik.

Pria kelahiran Sumatera Barat itu mengatakan, puisi Neno Warisman dapat memicu perpecahan di antara masyarakat Indonesia.

“Jangan sampai kita bermusuhan karena pemilu yang biasa saja, yang terjadi setiap lima tahun sekali, apalagi menggunakan puisi, itu sadis dan biadab,” kata Buya.

Baca: Deretan Potret Cantik Menantu Keluarga Bakire yang Tak Kalah Hits dari Nia Ramadhani

Buya mengaku prihatin atas sikap politikus di Indonesia yang berpikiran pendek, tanpa memikirkan nasib bangsa ke depan hanya untuk memenangkan kontestasi politik bernama pemilu.

“Secara serentak politikus sekarang lebih mementingkan diri sendiri daripada nasib bangsa ke depan, masa Tuhan dibawa pemilu? Kan tidak benar,” keluhnya.

Mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif di Hotel Edu, Jalan Letjen Suprapto, Kota Yogyakarta, Jumat (19/5/2017).
Mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif di Hotel Edu, Jalan Letjen Suprapto, Kota Yogyakarta, Jumat (19/5/2017). (KOMPAS.com/Teuku Muhammad Guci Syaifudin)

Saat dikonfirmasi seusai acara, Buya mengaku sangat kecewa dengan puisi Neno Warisman tersebut.

“Memang saya selalu katakan seperti itu,” cetusnya.

“Banyak politikus rabun ayam, yang jauh yaitu nasib bangsa seperti tidak dipikirkan, apalagi kini menyeret banyak fitnah, kebencian, dan bahkan menyeret Tuhan. Masa Tuhan diajak pemilu? Itu benar-benar terjadi,” paparnya.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved