Berita Minahasa
MRSF Penting, Kapolres Minahasa Beber Alasannya!
WHO menyatakan, terlepas dari sejumlah perbaikan sarana dan prasarana, tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih terbilang tinggi.
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Alexander Pattyranie
MRSF Penting, Kapolres Minahasa Beber Alasannya!
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia.
World Health Organization (WHO) menyatakan, terlepas dari sejumlah perbaikan sarana dan prasarana, tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih terbilang tinggi.
Menurut data Global Status Report on Road Safety yang dikeluarkan WHO sebanyak 1,24 juta orang di seluruh dunia meninggal.
Apabila dibikin rata-rata, maka sekitar 3.400 orang meninggal setiap harinya akibat dari kecelakaan lalu-lintas di dunia, dan uang mendominasi angka lakalantas tersebut adalah kaum millennial.
Hal ini diutarakan oleh Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK, dan menyikapi hal ini tambah Kapolres, gerakan Millennial Road Safety Festival (MRSF) merupakan salah satu solusi untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terutama kaum milenial yang rata-rata merupakan pelajar tingkat SMA/SMK.
Usulan beberapa lembaga kalau pelajar dibuatkan kartu SIM khusus pelajar, menurut Situmorang itu merupakan usulan dan harus diberi apresiasi.
“Namun untuk dapat mengendarai motor maupun mobil, pengendara diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Namun batas seseorang bisa memiliki SIM baru bisa terwujud pada saat berusia 17 tahun, dan ini merupakan aturan berdasarkan UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya,” tegas Situmorang.
Selain itu ia menegaskan bahwa dari data yang ada, rentan umur yang mengalami kecelakaan maut adalah usia 17-20.
Jadi biarpun secara usia sudah dapat memiliki SIM, bukan berarti seenaknya asal bawa kendaraan.
“Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian banyak disebabkan oleh kelalaian pengemudi, bukan karena salah kendaraannya. Nah usia fatal itu ada di rentan umur 17-35, dari kisaran umur itu, yang umurnya 17-20 kontribusi lebih dari 30 persen,” tegasnya.
(Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw)
BACA JUGA:
Baca: Setelah 8 Tahun Diam, Norman Kamaru Akhinya Buka Suara Tentang Pemecatannya
Baca: Jokowi Dapat Dukungan dari Keluarga Sandiaga Uno di Gorontalo, Ini Alasannya
Baca: Terekam 11 Menit Mencekam, Bayi Lahir di Antrean Kasir Supermarket, Diberi Nama Ivan
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/konferensi-pers-pembunuhan-di-papakelan1.jpg)